Breaking News:

Sepasang Suami Istri Tipu Belasan Guru Honorer di Garut, Bisa Angkat Jadi PNS Asal Bayar Jutaan

Pelaku menipu korban dengan iming-iming akan diangkat menjadi PNS dengan meminta sejumlah uang.

TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari
Sepasang suami istri asal Garut Kota diamankan Polsek Cisurupan Kabupaten Garut karena telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap guru honorer. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sepasang suami istri asal Garut Kota, Jawa Barat, diamankan Polsek Cisurupan Kabupaten Garut karena telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap guru honorer.

Pelaku menipu korban dengan iming-iming akan diangkat menjadi PNS dengan meminta sejumlah uang.

Kanit Reskrim Polsek Cisurupan, Ipda Amirudin Latif mengatakan pelaku berinisial NW  (43) dan CS (59), keduanya diamankan setelah menerima laporan dari salah seorang guru honorer sekolah dasar.

"Pelaku ini suami istri, berhasil kita amankan di wilayah Garut Kota, pelaku NW merupakan guru honorer di salah satu SMK di Garut sedangkan suaminya wiraswasta," ucapnya, Sabtu 
(24/4/2021).

Menurut Amir, korban mengalami kerugian uang sebesar Rp.30 juta.

Baca juga: Intip Proses Pembuatan Kolang-kaling di Desa Girimulya Majalengka, Camilan Kenyal Putih Menyegarkan

Baca juga: Profil Kolonel Laut Harry Setiawan Dansatsel yang Turut Berada di KRI Nanggala-402, Masih Dicari

Uang tersebut sudah disetorkan kepada pelaku pada tahun 2016, namun hingga kini korban tidak juga mendapatkan janji diangkat  jadi PNS.

Korban yang beralamat di Kecamatan Cisurupan akhirnya melaporkan pelaku ke polisi.

Lebih jauh Amir mengatakan setelah melakukan pemeriksaan, kedua pelaku mengakui bahwa uang hasil kejahatannya juga dinikmati oleh salah seorang oknum Kabid BKD.

Baca juga: Analisis Pertandingan Final Leg 2 Persib Bandung Vs Persija Jakarta, Kata Mantan Persib Firman Utina

Baca juga: Zodiak Cinta HARI INI, Sabtu 24 April 2021, Sagitarius Tenangkan Pasangan, Libra Jaga Hubungan

"Keduanya mengaku uang hasil penipuan itu disetorkan juga ke oknum Kabid di BKD. Oknum pejabat tersebut sudah pindah ke  dinas lain posisinya Kabid juga," ungkapnya.

Pelaku juga mengakui terdapat korban lain yang berjumlah 15 orang yang tersebar di seluruh Kabupaten Garut.

"Korban yang paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler," ucapnya.(*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved