Ayah yang Diduga Aniaya Putri Kandung di Tasik Karena Soal Kucing, Datangi Kantor Polisi, Ini Akunya
Ds (36), ayah yang diduga meng- aniaya putri kandung -nya sendiri yang berusia 10 tahun memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Ds (36), ayah yang diduga meng- aniaya putri kandung -nya sendiri yang berusia 10 tahun memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Septiawan Adi Prihartono, mengungkapkan, Ds, warga Kecamatan Indihiang, mengakui perbuatannya karena khilaf.
"Kemarin yang bersangkutan memenuhi panggilan kami dan langsung dimintai keterangan. Dia mengaku khilaf," ujar Septiawan, Sabtu (24/4/2021).
Kasus ayah diduga aniaya putri kandung -nya sendiri yang masih bocah ini sempat heboh. Terutama di kalangan ibu-ibu.
Baca juga: TRAGIS, Wanita Muda Hamil 5 Bulan Dibunuh Suami, Mayat Disimpan di Kos-kosan, Janin Keluar Sendiri
Baca juga: Nathalie Holscher Kemarin Menangis, Enough, Im Done, Kini Mengaku Masih Sayang dan Mencintai Sule
Yang menarik perhatian mereka, kelakuan sang ayah tersebut diadukan ke polisi oleh H (40), ibu tiri korban sekaligus istri Ds yang sekarang.
H tak terima putri tiri yang disayanginya dianiaya oleh suaminya, apalagi hanya pantaran soal kotoran kucing.
Saat melapor ke Polres Tasikmalaya Kota, beberapa hari sebelumnya, H menuturkan, Ds memukul dan mencubit tangan serta kedua kaki korban hingga mengalami luka lebam.
"Awalnya saya menyuruh suami membuang kotoran kucing yang mengganggu ruang bengkel kendaraan milik kami," ujar H.
Sang suami menyuruh lagi korban, namun korban menolak dan menangis sambil mengacak-acak baud yang ada di dalam wadah sparepart.
Ds marah dan akhirnya melakukan pemukulan terhadap putrinya sendiri. Akibatnya tangan dan kedua kaki korban lebam-lebam.
Baca juga: Zodiak Cinta HARI INI, Sabtu 24 April 2021, Sagitarius Tenangkan Pasangan, Libra Jaga Hubungan
Baca juga: CEK Daftar Harga HP Oppo Terbaru di Bulan Ramadan April 2021, Ada Oppo A92, Oppo A11K, Hingga Reno5
Gegara Kotoran Kucing?
Seorang ayah di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, diduga meng- aniaya putri kandung -nya sendiri yang masih berusia 1 tahun.
Penganiayaan itu diduga terjadi karena si anak meniolak mem- buang kotoran kucing saat si ayah menyuruhnya.
Ibu tiri korban yang tak terima perlakuan sang ayah, melaporkan peristiwa itu ke Mapolres Tasikmalaya Kota.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Septiawan Adi Prihartono, mengungkapkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil visum.
Baca juga: KRI Nanggala 402 Hilang, Prabowo Subianto Angkat Bicara: Ungkap Soal Investasi hingga Ajak Berdoa
Baca juga: AWAS Modus Baru Peredaran Miras dalam Kemasan Gelas Plastik Jus Buah-buahan di Tasikmalaya
Menurut pengakuan ibu tiri korban, sang ayah tega memukul dan mencubit putrinya sendiri hingga luka memar di kedua kaki dan tangan," kata Septiawan, di P
Mapolres, Kamis (22/4/2021).
Aksi yang dilakukan sang ayah, Ds (36), dilakukan lantaran korban menolak saat disuruh membuang kotoran kucing di ruangan kerja bengkel kendaraan.
Terlapor sendiri memiliki usaha bengkel kendaraan di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Indihiang, yang sekaligus sebagai tempat tinggalnya.
Menurut ibu tiri korban, bau kotoran kucing memang menggangu kenyamanan warga yang tengah menunggu perbaikan kendaraannya.
"Anak saya menolak buang kotoran kucing itu. Tapi diluar dugaan suami saya malah memukul dan mencubitnya hingga memar," kata sang ibu tiri saat dimintai keterangan oleh petugas.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Doa Agar KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak Segera Ditemukan, Ini Katanya
Baca juga: Nathalie Holscher Menangis Tersedu-sedu Saat Tahu Dirinya Hamil Anak Sule, Ini Usia Kandungannya
Kronologi
Ini kronologi ayah diduga aniaya putri kandungnya sendiri di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, hanya karena urusan kotoran kucing.
Ds (36), diduga telah menganiaya putri kandungnya sendiri yang berusia 10 tahun. Akibatnya, korban menderita luka lebam di kedua kaki serta salah satu tangannya.
Tak terima perlakuan Ds seperti itu, H (40), ibu tiri korban, mengadukan perbuatan Ds ke Polres Tasikmalaya Kota.
"Dari pengakuan H inilah kami mandapatkan kronologi awal peristiwa ayah diduga aniaya anaknya sendiri," kata Kasatreskrim, AKP Septiawan Adi Prihartono, di Mapolres, Kamis (22/4).
Seperti dituturkan H, lanjut Septiawan, peristiwa itu berawal dari adanya kotoran kucing di ruangan bengkel kendaraan milik keluarga tersebut di Jalan Ibrahim Adjie.
Karena bau kotoran khawatir menggangu orang yang sedang menunggu perbaikan motornya, H meminta bantuan suaminya membuang kotoran kucing itu.
Ds lantas menyuruh korban untuk membuang kotoran. Namun korban menolak, dan entah bagaimana persisnya, korban malah menangis dan mengacak-acak baud di dalam kotak.
Ulah korban membuat Ds naik pitam. Ia kemudian memukul tangan korban dan mencubit kedua kakinya. Hingga mengalami luka lebam.
"H tidak terima perlakuan suami terhadap korban. Ia kemudian mengadukan perbuatan sang suami itu," ujar Septiawan.
Baca juga: Sule Akhirnya Sebut Bocoran soal Kondisi Rumah Tangganya dengan Nathalie Holscher: Hal Tidak Bagus
Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Persib Bandung Vs Persija, Robert: Serang, Cetak Gool Lebih Dulu
Ibu-ibu Puji Tindakan Sang Ibu Adukan Suami ke Polisi
Tindakan H (40), ibu tiri korban penganiayaan ayah kandungnya sendiri, melapor ke Polres Tasikmalaya Kota mendapat apresiasi.
Sejumlah ibu rumah tangga mengaku salut dan mendukung tindakan sang ibu tiri tersebut. Namun mereka tetap berharap kasus tersebut berujung musyawarah.
"Saya salut dengan tindakan ibu tiri itu. Jika melihat peristiwanya, tampaknya ia lebih sayang ketimbang ayah kandungnya sendiri," ujar Ida (45), warga Jalan Paseh.
Biasanya, lanjut Ida, sosok ibu tiri adalah sosok yang jahat. "Ini malah sebaliknya. Membela anak tirinya sendiri hingga nekat lapor polisi," kata Ida.
Namun begitu, Ida berharap kendati sang ibu tiri lapor polisi tetap diakhiri dengan musyawarah.
"Bagaimana pun seorang ayah kandung pasti sayang terhadap darah dagingnya. Mungkin itu hanya emosi sesaat," ujar Ida.
Hal senada dilontarkan Euis (38), warga Jalan Perintis Kemerdekaan. Menurutnya, si ayah sampai tega memukul dan mencubit mungkin karena kesal dengan kelakuan korban.
Diberitakan sebelumnya, H mengadu ke polisi karena anak tirinya yang berusia 10 tahun dianiaya Ds (36), suami yang juga ayah kandung korban.
Persoalannya sepele lantaran korban menolak disuruh ayahnya membuang kotoran kucing yang ada di ruangan bengkel kendaraan miliknya.
Kesal terhadap anaknya, Ds pun langsung memukul dan mencubit tangan dan kedua kaki putrinya, hingga korban mengalami luka lebam.
Melihat itu, H merasa iba dan akhirnya mengadukan Ds ke polisi.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Septiawan Adi Prihartono, mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan tengah menunggu hasil visum. (firman suryaman)