Breaking News:

Susu Bayi yang Sempat Terendam Banjir Dijual Sangat Murah di Gudang yang Disulap Jadi Minimarket

Susu bubuk khusus bayi ditumpuk di sebuah gudang di Jalan Mohammad Toha Kota Bandung, yang disulap jadi minimarket.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Susu bubuk khusus bayi atau susu bayi yang sempat terendam banjir ditumpuk di sebuah gudang di Jalan Mohammad Toha Kota Bandung yang disulap jadi minimarket untuk dijual, di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung,  Jumat (23/4/2021). 

Terancam Hukuman 5 Tahun

Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar menetapkan pria berinisial Dh (47) warga Kota Bandung tersangka tindak pidana menjual pangan tak sesuai keamanan, sebagaimana diatur di Undang-undang Perlindungan Konsumen.

Dalam perbuatannya, Dh menjual makanan dan minuman serta barang kebutuhan lainnya yang sudah rusak karena kebanjiran di Bekasi. 

"Kami menetapkan Dh sebagai tersangka Pasal 141, Pasal 143 dan Pasal 62 Undang-undang Perlindungan Konsumen," ucap Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar AKBP Roland Rolandy di Jalan Mohammad Toha, Kota Bandung, Jumat (24/4/2021).

Pasal itu ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Baca juga: 110 Warga Miskin di Kuningan Idap Penyakit Ganas, Ada yang Kanker Rahim, Payudara dan Lainnya

Baca juga: Mudik Dilarang Tapi Ada Pengecualian Bagi Pekerja Lintas Provinsi, Ini Penjelasan Wagub Jabar

Pada prakteknya, Dh membeli 617.276 jenis  produk makanan dan minuman kemasan dari perempuan bernama Yuli dan Boy seharga Rp 330 juta. Adapun Yuli dan Boy membeli makanan rusak itu seharga Rp 25 juta. 

"Barang itu didapat dari 41 gerai Alfa Mart di Bekasi. Setelah barang itu dibeli, Dh membawa barang-barang rusak itu ke gudang di Jalan Mohammad Toha. Disana, barang yang rusak disortir lagi, barang yang kotor dibersihkan kemudian dijual lagi di gudang yang diubah jadi minimarket," ucap Roland.

Adapun Dh sudah menjalankan prakteknya itu dibantu oleh anak buahnya sejak sebulan terakhir. Keuntungan yang diperoleh Dh berkiras di puluhan juta.

"DH mendapat keuntungan dari penjualan makanan yang rusak dan kotor ini Rp 40 juta lebih. Yang membelinya sengaja datang ke gudang ini dengan harga yang lebih murah, 50 persen dari harga asli," ucap dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved