Breaking News:

Polemik Mudik Dilarang, Tapi Objek Wisata Boleh Beroperasi, Ini Kata Satgas Covid-19 Indramayu

Deden Bonni Koswara mengatakan, meskipun objek wisata dibuka, pada pelaksanaannya protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat di sana.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengungkap larangan mudik tapi objek wisata malah dibuka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah melarang masyarakat mudik pada lebaran tahun ini.

Di sisi lain, tempat wisata diperbolehkan untuk beroperasi.

Kedua kebijakan itu menimbulkan polemik di tengah masyarakat, termasuk juga di Kabupaten Indramayu.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, meskipun objek wisata dibuka, pada pelaksanaannya protokol kesehatan tetap akan diterapkan secara ketat di sana.

Baca juga: Remaja Laki-laki Diperkosa 3 Kali oleh Biduan Dangdut, Sang Janda Cekoki Korban dengan Miras

Baca juga: INFO Lowongan Kerja BUMN, PT Pertamina Buka Program Internship Tahun 2021 untuk Lulusan S1

"Pertama, pengunjung wajib memakai masker, menyediakan sarana cuci tangan atau hand sanitizer di tempat wisata, mencegah terjadinya kerumunan di tempat wisata, dan kemudian kita juga akan melakukan sampling rapid test antigen terhadap wisatawan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (23/4/2021).

Deden Bonni Koswara menyampaikan, kebijakan tetap dibukanya tempat wisata ini diketahui karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno ingin membangkitkan lagi perekonomian di berbagai daerah.

Dalam hal ini, berbagai antisipasi pun sudah disiapkan oleh Satgas Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

Termasuk dengan mengandeng instansi terkait lainnya dalam menjamin protokol kesehatan di lokasi wisata.

Pemerintah juga menyiapkan petugas yang akan ditempatkan di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi adanya wisatawan dari luar daerah.

Hal ini sekaligus upaya dalam mempersempit gerak pemudik, seperti berpura-pura jadi wisatawan agar bisa lolos, padahal hendak pulang ke kampung halaman.

"Indikasi seperti itu memang ada, sebelumnya juga ada yang beralasan jenguk orang sakit, dan lain-lain. Inilah yang harus teliti lagi," ujar dia.

Baca juga: Ciri-ciri Kadar Gula Darah dalam Tubuh Anda Naik, Waspada Sebelum Berakibat Fatal

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 24 April 2021, Cancer Jangan Ikut Campur, Gemini Memulai Hubungan Serius

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved