Breaking News:

MASIH NEKAT Mudik ke Kota Bandung? Ini Tujuh Titik Penyekatan Jalan Selama Larangan Mudik Diterapkan

Pemerintah Kota Bandung bakal melakukan penyekatan di tujuh titik selama diterapkannya kebijakan larangan mudik dari 6-17 Mei 2021. 

ISTIMEWA
ILUSTRASI Jangan Mudik: #MediaLawanCovid19 Luncurkan Konten Edukasi “Jangan Mudik” 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal melakukan penyekatan di tujuh titik selama diterapkannya kebijakan larangan mudik dari 6-17 Mei 2021. 

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, penyekatan itu dilakukan untuk meminimalisasi peluang masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman. 

"Nanti ada cek poin (penyekatan)," ujar Oded M Danial, di Pendopo Wali Kota Bandung, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Plt Wali Kota Tasikmalaya Akui di Daerahnya Banyak Jalan Tikus, Maka Butuh Banyak Penyekatan 

Baca juga: TAKUT Kecolongan Pemudik, Pemkot Tasikmalaya Siapkan 22 Titik Penyekatan, Ini Titik Utamanya

Kepala Dishub Kota Bandung, Ricky Gustiadi mengatakan, penyekatan akan dilakukan di ring tiga di antaranya pintu keluar Tol Pasteur, Tol Buahbatu, Tol Kopo, Tol Moch Toha, Tol Pasirkoja dan perbatasan di wilayah Cibiru dan Ledeng.

"Sudah dijelaskan pak kasat akan dirapatkan lagi cek poin, teknis dari kepolisian akan menandai kendaraan yang layak lolos dia dari anglomerasi Bandung Raya atau dari luar," katanya.

Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna menambahkan, apabila nantinya masih ditemukan pemudik yang lolos masuk ke Kota Bandung selama masa larangan mudik, maka harus melakukan karantina mandiri.

Baca juga: Pemuda di Sumedang Menghina Polisi dengan Nama Hewan, Diduga Kecewa dengan Penyekatan Pemudik

Baca juga: Pemprov Jabar Tegas Melarang Mudik, Siapkan 133 Pos Penyekatan & Koordinasi dengan Provinsi Sekitar

Sedangkan apabila mengalami gejala berat maka harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

"Katakan orang lolos atau mudik dari awal, jadi sekarang budaya lapor itu wajib dilakukan. Tamu 1x24 jam termonitor dari zona merah karantina. Idealnya kalau ada gejala maka satgas di wilayah itu menangani kalau ringan isoman, kalau OTG bisa ditangani dilokasi. Kalau mengkhawatirkan masuk ke faskes. 5 M harus ketat dilaksanakan," ujar Ema.

Kembalikan Uang

Halaman
12
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved