Breaking News:

Masih Mau Nekat Mudik ke Kabupaten Bandung? Nih Ada 8 Titik Penyekatan Untuk Cegah Pemudik 

Jajaran Polresta Bandung akan melakukan penyekatan di 8 titik, menindak lanjuti larangan mudik pada lebaran tahun ini.

Editor: dedy herdiana
TribunJabar.id/Lutfi A Mauludin
ILUSTRASI: Petugas Polresta Bandung mengawasi kendaraan yang keluar dari Exit Tol Cileunyi pada hari pertama PSBB tahap ketiga, Rabu (20/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Jajaran Polresta Bandung akan melakukan penyekatan di 8 titik, menindaklanjuti larangan mudik pada lebaran tahun ini.

Kasatlantas Polresta Bandung, Kompol Erik Bangun Prakasa, memaparkan penyekatan ini antisipasi daripada surat edaran satagas Covid 19, di mana disampaikan bahwa untuk masyarakat pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) wajib membawa surat keterangan sehat dari Covid 19. 

"Itu satu x 24 jam sebelum keberangkatan. Jika sebelumnya 3x24, untuk saat ini 1x 24 jam per tanggal 22 April sampai 5 Mei," ujar Erik, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: MASIH NEKAT Mudik ke Kota Bandung? Ini Tujuh Titik Penyekatan Jalan Selama Larangan Mudik Diterapkan

Baca juga: TAKUT Kecolongan Pemudik, Pemkot Tasikmalaya Siapkan 22 Titik Penyekatan, Ini Titik Utamanya

Erik mengatakan, pihaknya melaksanakan penyekatan di 8 titik, tapi ksifatnya melakukan pengecekan secara sampling, artinya secara acak.

 Adapun 8 titi penyekatan, yang di dilakukan di Gate Tol Cileunyi, Cikalang Barat Cileunyi, Lingkar Barat Nagreg, Gate Tol Soreang, Nata Endah Kopo, SPBU Menger Dayeuhkolot, Simoat Tiga Kersen Bojongsoang, dan Simpang Tiga Patrol Kutawaringin.

"Kita lihat masyarakat yang nantinya ingin mudik, kami laksanakan pengecekan karena memang sampai saat ini belum terlihat masyarakat yang mudik," kata Erik.

Erik mengungkapkan,  yang diprioritaskan adalah kendaraan yang dari luar daerah.

"Ini bisa kami klarifikasi lagi, apakah dia betul betul mudik, atau hanya liburan, ataukah yang bersangkutan dalam rnagka tugas. Itu bisa kita cek nanti," ujarnya.

Erik mengungkapkan, untuk sekarnag ini bahwa masih di masa pandemi, yang memang rawan terjadinya penularan Covid 19. 

"Contoh pada kasus di India yang memang saat ini potensi penyebarannya jadi luar biasa, akibat tidak mematuhi protokol kesehatan. Jadi tetap patuhi protokol kesehatan, dan dari pemerintah untuk pelaksanaan mudik 2021 ditunda, kita melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah saja," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved