Breaking News:

Komisi VI DPR RI Dukung Penyidikan Polri soal Kilang Minyak Balongan Indramayu, Harus Diusut Tuntas

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, kasus ledakan di Kilang Minyak PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu harus diusut tuntas.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, di Gedung PUSPIHAT Kemenag Indramayu, Jumat (23/4/2021) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron mengatakan, kasus ledakan di kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu harus diusut tuntas.

Ia pun mendukung penuh penyelidikan Polri dalam mengungkap penyebab pasti meledaknya tangki T-301 yang terbakar di areal kilang tersebut.

Seperti diketahui, penyidik Polri menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Ibu Hamil Korban Ledakan Tangki Alami Pendarahan, Pertamina Cepat Tanggap, Langsung Dapat Perawatan

Baca juga: PT Pertamina Sampaikan Duka Mendalam Atas Meninggalnya Pelajar Indramayu Akibat Insiden Kebakaran

Baca juga: Sprindik Kebakaran Balongan Sudah Keluar, Tangki Akan Diboyong ke Lab, Soal TSK Ini Kata Polda Jabar

Petugas saat memadamkan api menggunakan alat Terminator Canon Foam atau meriam pelontar busa di PT Pertamina RU VI Balongan, Rabu (31/3/2021).
Petugas saat memadamkan api menggunakan alat Terminator Canon Foam atau meriam pelontar busa di PT Pertamina RU VI Balongan, Rabu (31/3/2021). (Istimewa)

Statusnya pun sekarang ini dinaikan ke tahap penyidikan.

"Ya tentunya saya mendukung penuh penyidikan polri. Dan polri saya rasa harus melakukan penyidikan itu secara gabungan dengan institusi pertamina itu sendiri agar teknisnya dapat," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Gedung PUSPIHAT Kemenag Indramayu, Jumat (23/4/2021).

Herman Khaeron mengatakan, penyidikan yang dilakukan Polri ini diharapkan juga bisa mencakup keseluruhan, tidak hanya seputar lokasi yang terbakar saja.

Ia menilai, tidak menutup kemungkinan kebakaran tersebut bisa saja terjadi karena human error.

Atau bisa juga disebabkan karena tidak berkala nya dilakukan pengecekan terhadap emergency response plan atau pada Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

"Ini penting untuk menggali dari berbagai persoalan, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved