Breaking News:

Alhamdulillah, Buruh Atau Pekerja di Majalengka Akan Terima THR Penuh H-7 Lebaran, Ini Isi SE Bupati

Bupati Majalengka, Karna Sobahi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan pemberian THR bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
SE Bupati Majalengka terkait pelaksanaan pemberian THR bagi pekerja/buruh di perusahaan. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Seluruh pekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Majalengka bisa bernafas lega.

Pasalnya Bupati Majalengka, Karna Sobahi telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pelaksanaan pemberian THR bagi pekerja/buruh di perusahaan.

Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

Baca juga: Pasokan Oksigen untuk 53 Awak Kapal Selam KRI Nanggala-402 Diklaim Cukup, KRI Spica Ikut Mencari

Surat tersebut memiliki nomor 561/674/DK2UKM yang mana surat tersebut menindaklanjuti surat edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor: M/6/HK.04/IV/2021.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (K2UKM), Sadili menyebutkan, dalam surat edaran tersebut, pembayaran THR keagamaan juga sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan tersebut.

Maka, THR itu diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

Baca juga: Legenda Persib Sebut Laga Final Piala Menpora Maung Bandung vs Persija Sebagai Perang Motivasi

Kemudian, pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu.

“Besaran THR, yaitu bagi pekerja/buruh yang mempunyai kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar satu bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional sesuai perhitungan masa kerja dibagi 12 dikalikan satu bulan upah,” ujar Sadili, Kamis (22/4/2021).

Sadili menjelaskan, bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung jika pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 terakhir sebelum hari raya.

Baca juga: Larangan Mudik Diperpanjang, Satgas Covid-19 Berlakukan Peniadaan Mudik Mulai 22 April Hingga 24 Mei

Halaman
12
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved