Breaking News:

Tukang Pikul Jenazah Mogok Kerja Belum Diupah Pemkot Bandung, Keluarga Angkut Sendiri Peti Jenazah

Tim Pikul Peti Jenazah Covid 19, menerangkan, dia dan 34 tukang pikul lainnya hari ini mogok kerja karena belum diupah

Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Sejumlah keluarga terpaksa mengangkut sendiri jenazah untuk dimakamkan di TPU Cikadut Kota Bandung, karena tukang pikul jenazah mogok kerja karena belum diupah Pemkot Bandung, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sejumlah keluarga yang hendak memakamkan jenazahnya di pemakamam khusus Covid 19 TPU Cikadut sempat kesulitan mengangkut jenazah ke liang lahat karena sejumlah tukang pikul jenazah sedang mogok kerja.

Informasi yang dihimpun, rencananya ada enam jenazah yang hendak dimakamkan.

Namun, hanya satu jenazah yang bisa dimakamkan. 

Fajar Ifana (38), koordinator Tim Pikul Peti Jenazah Covid 19, menerangkan, dia dan 34 tukang pikul lainnya hari ini mogok kerja karena belum diupah oleh Pemkot Bandung.

Baca juga: Banyak Makam di TPU Cikadut Dibongkar, Keluarga Pindahkan Jenazah Setelah Ada Hasil Negatif Covid-19

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin Akhirnya Akui Salah Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi Perlu Waktu Menata Anak Buah

Sejumlah keluarga terpaksa mengangkut sendiri jenazah untuk dimakamkan di TPU Cikadut Kota Bandung, karena tukang pikul jenazah mogok kerja karena belum diupah Pemkot Bandung, Rabu (21/4/2021).
Sejumlah keluarga terpaksa mengangkut sendiri jenazah untuk dimakamkan di TPU Cikadut Kota Bandung, karena tukang pikul jenazah mogok kerja karena belum diupah Pemkot Bandung, Rabu (21/4/2021). (Tribunjabar.id/Mega Nugraha)

"Hari ini memang ada sekitar enam keluarga yang meminta kami untuk mengantarkan peti jenazah ke liang lahat. Kami jelaskan, kami belum bisa bantu, kami berhenti sementara karena belum digaji," ujar Fajar, di TPU Cikadut, Jalan AH Nasution, Rabu (21/4/2021).

Pantauan Tribun, Rabu (21/4/2021) sore, memang ada satu aktifitas pemakaman di area pemakaman Covid 19 TPU Cikadut.

Keluarga tersebut tampak memakai alat pelindung diri dan memakamkan sendiri jenazah di dalam peti.

"Iya ada satu yang sudah dimakamkan. Mereka juga sempat minta bantuan," katanya.

Para tukang pikul ini sudah beroperasi selama pandemi. Pada Februari 2021, mereka mulai diangkat jadi pekerja harian lepas Pemkot Bandung supaya warga yang hendak memakamkan tidak dipungut biaya.

"Waktu gaji pertama Februari kemarin sudah dibayarkan. Cuma dari Maret hingga sekarang belum diupah. Kami akan mogok hingga upah kami dibayar," ujar Fajar.

Baca juga: Ezra Walian Akhirnya Buka-bukaan Alasan Dirinya Begitu Moncer Bersama Persib

Baca juga: LOWONGAN KERJA Raffi Ahmad untuk Rans Entertainment Butuh Lulusan S1 Semua Jurusan, Buruan Daftar!

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved