Breaking News:

Dua Eks Direksi PT DI Dihukum 4 Tahun dan 7 Tahun, Terbukti Korupsi Rugikan Negara Rp 202 Miliar

Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, menjatuhkan vonis bersalah pada dua mantan direksi PT Dirgantara Indonesia

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, menjatuhkan vonis bersalah pada dua mantan direksi PT Dirgantara Indonesia, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, menjatuhkan vonis bersalah pada dua mantan direksi PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso selaku Direktur Utama dan Rizal Rinaldi Zailani, Kepala Divisi Penjualan.

Keduanya terbukti korupsi merugikan negara Rp 202 miliar dalam kontrak perjanjian fiktif dengan mitra penjualan untuk memasarkan produk dan jasa PT DI kepada Badan SAR Nasional (Basarnas), Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kepolisian Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), dan Sekretariat Negara.

Baca juga: Asisten Daerah Pemkab Bandung Barat dan 27 Saksi Lainnya Diperiksa Kasus Korupsi Aa Umbara Hari Ini

Baca juga: Ada Kades Buron di Garut, Terlilit Kasus Korupsi, Kejari Kejar Sang Kades dan Istrinya

"Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun pada terdakwa  Budi Santoso dan pidana denda Rp 409 juga jika tidak dibayar diganti hukuman tiga bulan serta diwajibkan mengembalikan kerugian negara Rp 2 miliar jika tidak diganti, diganti hukuman 1,5 tahun," ucap Benny T Eko Supriadi, Ketua Majelis Hakim yang menangani perkara itu, di Jalan LLRE Martadinata, Rabu (21/4/2021).

Adapun terhadap Irzal Rinaldi Zailani, majelis hakim menjatuhkan vonis lebih berat. Irzal divonis selama 7 tahun. Denda Rp.800 juta jika tidak dibayar diganti hukuman selama Lima bulan kurungan. Kemudian, diwajibkan membayar uang penganti senilai Rp.17 miliar.

Vonis terhadap terdakwa Budi Santoso lebih ringan satu tahun dari tuntutan yang  oleh penuntut umum dituntut selama 5 tahun dan Irzal Rinaldi dituntut selama 8 tahun.

Dari kerugian negara Rp 202 miliar, selain dinikmati oleh kedua terdakwa, juga dinikmati pihak lain. Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved