Breaking News:

Panji Gumilang Pimpinan Ponpes di Indramayu Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan Pegawainya

Perempuan berinisial K (50) di Kabupaten Indramayu melaporkan PG (74), tokoh sekaligus pimpinan pondok pesentren ternama di Indramayu ke Polda Jabar.

Editor: Mumu Mujahidin
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban pencabulan. Panji Gumilang Pimpinan Ponpes di Indramayu Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan Pegawainya 

Dalam laporan itu, dia menyertakan sejumlah bukti seperti hasl USG, kwitansi berobat hingga video.

"Klien kami awalnya tidak mau melaporkan perbuatan itu. Tapi ada temannya, duda, mendorong untuk melaporkan perbuatan itu dan akhirnya kami pada 22 Februari melaporkan ke Polda Jabar," ucap Anom.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi saat dikonfirmasi, akan mengecek laporan tersebut.

Kuasa hukum PG, Hendra, saat dihubungi via ponselnya sempat merespon. Namun, saat dimintai tanggapannya soal pelaporan itu Hendra tidak meresponsnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Kapal Bintang Jaya Mandiri Terbakar 12 ABK Berasal Dari Indramayu, Begini Kondisinya

Baca juga: HEBOH Anggota DPRD Karo Serong dengan Istri PNS, 2 Kali Bercinta di Hotel, 4 Wanita Lain Jadi Korban

Seorang oknum guru mengaji tega mencabuli dua gadis di bawah umur. 

Guru mengaji yang bernama Heru Arif Perdana (20) tega mencabuli dua gadis di bawah umur. 

Tindak pencabulan tersebut terjadi pada 14 Januari 2021 sekitar pukul 21.30 WIB. 

Menurut penuturan pelaku Heru Arif Perdana (20), dirinya tega melakukan tindakan bejat itu karena saat itu korban sedang bermain di mushola. 

"Karena mereka memang sering main di musala," ujar dia, Rabu (9/2/2021). 

Lansia di Kota Sukabumi Tiba-tiba Meninggal Setelah Belanja, Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuhnya

INI Detik-detik Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hasil Investigasi KNKT, 14.40 Pesawat Menukik

Pelaku menampik bahwa dia adalah seorang pedofilia. 

"Saya melakukan pencabulan karena khilaf," paparnya. 

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menambahkan, pelaku memang tinggal di mushola tempat terjadinya tindak pencabulan

"Pelaku bisa tinggal di sana karena seorang mahasiswa jurusan keagamaan, makanya boleh tinggal di mushola," jelasnya. 

Menurutnya, pelaku kuliah di Bogor namun karena pandemi, dia berkunjung ke tempat saudaranya di Sragen. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved