Breaking News:

Sekda Kota Cimahi Akui Pemkot Sewakan Rumah Dinas untuk Ajay, Ternyata Disewakan Lagi oleh Ajay

Namun, rumah dinas yang disewa oleh Pemkot Cimahi untuk wali kota itu malah disewakan oleh Ajay.

Editor: Machmud Mubarok
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Wali Kota Cimahi non aktif Ajay M Priatna menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sekretaria Daerah Pemkot Cimahi Dikdik Suratno dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Walikota Cimahi, Ajay M Priatna di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Bandung, Senin (19/4/2021).

Ajay dijerat Pasal 12 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tipikor, pasal itu mengatur penerimaan suap. Kemudian Pasal 12 huruf B Undang-undang Pemberantasan Tipikor yang mengatur soal gratifikasi.

Di persidangan, Dikdik ditanya soal rumah dinas Ajay. Pemkot Cimahi sendiri tidak punya rumah dinas untuk wali kota. Untuk pemenuhannya, Pemkot Cimahi menyewakan rumah dinas untuk ditempati Walikota.

Namun, rumah dinas yang disewa oleh Pemkot Cimahi untuk wali kota itu malah disewakan oleh Ajay.

"Rumah dinas disewakan oleh Pemkot Cimahi untuk wali kota. Uang sewa yang menerima pembayaran, pemilik rumah. Dibayar setahun sekali," ucap Dikdik.

Dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ajay diduga menerima gratifikasi senilai Rp 6,3 miliar sejak dua bulan dilantik pada Oktober 2017 hingga November 2020.

Baca juga: Cara Khatam Al Quran 30 Juz dalam Satu Bulan selama Ramadan? Mudah, Coba Lakukan Strategi Ini

Baca juga: Ezra Walian dan Wander Luiz Akan Dimainkan Saat Lawan PS Sleman di Leg 2? Begini Kata Robert Alberts

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Tetap Dilaksanakan Selama Bulan Ramadan, Pemerintah Pastikan Aman

Salah satu gratifikasi berupa uang yang diterima yakni Rp 520 juta dari penyewaan rumah dinas Wali Kota Cimahi.

"Itu ada dalam dakwaan Pasal 12 huruf B soal gratifikasi. Diduga Ajay menyewakan rumah dinasnya ke pihak lain padahal secara aturan itu tidak dibolehkan," ucap Budi Nugraha, jaksa KPK.

Pemeriksaan soal dugaan gratifikasi penyewaan rumah baru dapat dari keterangan dari saksi Dikdik Suratno selaku Sekda Pemkot Cimahi.

"Itu yang juga akan kami buktikan di persidangan dengan menghadirkan saksi-saksi," ucapnya.

Rabu pekan lalu, Wali Kota Cimahi non aktif Ajay M Priatna menjalani sidang perdana kasus yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (14/4/2021).

Di persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terungkap bahwa Ajay diduga langsung menerima gratifikasi berupa uang dari sejumlah pengusaha yang mengurus perizinan.

"Pada sekira akhir 2017 sampai dengan Agustus 2020, terdakwa telah menerima gratifikasi senilai total Rp 6,3 miliar," ucap Jaksa KPK Budi Nugraha, di sidang dakwaan.

Baca juga: Viral! Botol Miras Ditemukan di GGM Majalengka, Diduga Bekas Pesta Miras di Malam Bulan Puasa

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved