Breaking News:

Eks Menkes Siti Fadilah Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara yang Diprakarsai Terawan, Ini Alasannya

Siti Fadilah Supari ikut menjadi relawan untuk Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
herudin/tribunnews.com
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjalani persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (7/6/2017). Dalam pledoinya Siti Fadilah Supari membantah tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menyatakan dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan. Sebelumnya jaksa penuntut umum KPK menuntut Siti Fadilah Supari dengan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan serta juga dijatuhkan pidana tambahan yaitu harus membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp 1,9 miliar. 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Siti Fadilah Supari ikut menjadi relawan untuk Vaksin Nusantara yang diprakarsai oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. 

Siti Fadilah Supari merupakan mantan Menteri Kesehatan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Siti mengikuti pengambilan sampel darah untuk uji klinis Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Ia mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk dukungan kepada Terawan meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberikan izin uji klinik fase II untuk Vaksin Nusantara.

"Saya orang tua yang mempunyai komorbid, saya tahu tidak bisa dengan vaksin yang ada. Nah ini ada suatu harapan atau kemungkinan bahwa ini lebih personal dan memang harus personal," kata Siti dikutip dari Kompas.TV, Kamis.

Siti mengatakan, ikut melibatkan diri karena mendukung penelitian Terawan.

Baca juga: Kades Terengah-engah di Plafon Rumah Stafnya Malam-malam, Tak Diproses karena Istri Enggan Melapor

Baca juga: Artis Sinetron Putri untuk Pangeran Diduga Ditangkap Polisi, Narkoba Ditemukan di Mobilnya

Baca juga: Anak yang Digauli Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Harus Jalani Operasi Kelamin, Ada Penyakit Menular

Oleh karenanya, ia berharap Vaksin Nusantara akan membawa manfaat bagi bangsa.

"Ini penelitian. Bukan vaksinasi, tapi penelitian. Saya menghargai pendapat dokter Terawan yang saya sudah kenal. Dia seorang researcher. Nah, saya mendukung dengan cara mengikuti penelitian ini. Karena ini baru penelitian," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, BPOM belum mengeluarkan izin Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) fase II Vaksin Nusantara dikarenakan hasil uji klinik fase I belum memenuhi standar pembuatan vaksin.

Namun, sejumlah anggota DPR tetap mendatangi RSPAD Gatot Soebroto untuk menjadi relawan Vaksin Nusantara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved