Breaking News:

DPRD Jabar Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua, Desak Segera Laksanakan untuk Guru

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menggelar vaksinasi Covid-19 tahap dua kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap kedua di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar, Kamis (15/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menggelar vaksinasi Covid-19 tahap dua kepada seluruh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat bersama jajaran staf aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar, Kamis (15/4/2021).

Proses vaksinasi Covid-19 tahap dua tersebut dilakukan setelah sebelumnya proses vaksinasi tahap pertama dilakukan pada Maret.

Sebanyak 500 orang mengikuti proses vaksinasi tahap pertama tersebut.

Tidak ada perbedaan dengan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama, pada proses vaksinasi tahap kedua ini seluruh tahapan pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya. (Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam)

mengapresiasi pelayanan yang telah diberikan oleh para tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan vaksinasi.

"Alhamdulillah ini layanan yang luar biasa dari teman-teman di sektor kesehatan kepada kami, semua berjalan lancar dan menyenangkan,"ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, ia pun mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera melakukan percepatan vaksinasi kepada para guru.

Menurut Gus Ahad, sapaan Abdul Hadi, hal tersebut penting dilakukan sebagai salah satu persiapan menghadapi pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

"Percepatan vaksinasi khususnya pada guru-guru yang sebentar lagi sedang mengejar target pada bulan Juli akan melakukan pembelajaran tatap muka dengan sistem-sistem yang sudah diperbaharui," katanya.

"Kami berharap agar mereka diprioritaskan terutama kepada para pekerja di sektor pelayanan publik, kalau bisa secepatnya bisa dilakukan," katanya.

Lebih lanjut, pihaknya pun menyoroti terkait permasalahan masih minimnya tingkat vaksinasi pada kalangan lansia.

Ia pun meminta permasalahan tersebut harus ditangani secara bersama-sama, baik oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Kita serahkan kepada para pengambil keputusannya, bagaimana pembagian giliran (vaksinasi). Kalau ada kesulitan-kesulitan tentunya harus kita sikapi dengan cara-cara yang positif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved