Breaking News:

Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, KPAI Majalengka Pertanyakan Komitmen Pemda Terhadap Hak AnaK

Taufiq Maruf mengatakan, pihaknya mempertanyakan komitmen Pemkab Majalengka dengan kebijakan KTR tanpa dilandasi secara menyeluruh.

Istimewa
Ketua LPAI Majalengka beserta pengurus saat berfoto bersama Kak Seto. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Majalengka pertanyakan komitmen Pemkab Majalengka terhadap hak anak.

Terlebih, belum lama ini, Pemkab Majalengka secara resmi telah melakukan launching Kawasan Tanpa Rokok (KTK).

Sekretaris LPAI Majalengka, Taufiq Maruf mengatakan, pihaknya mempertanyakan komitmen Pemkab Majalengka dengan kebijakan KTR tanpa dilandasi secara menyeluruh.

Salah satunya, jika kebijakan KTR hanya berangkat dari status Kabupaten Majalengka sebagai kabupaten layak anak tingkat Pratama.

Baca juga: Waduh, Saat Angkot Menyerempet Terrano, Pelat Bodi Luar Pintu Angkot Copot dan Lengket di Terrano

Baca juga: Salat Tarawih Super Kilat di Indramayu, 23 Rakaat Hanya 6 Menit, Ruku dan Sujud Cuma 1 Detik

Di mana, lanjut dia, semestinya indikator kabupaten layak anak ada pada Perda KTR atau Perbup KTR.

Sebab, kabupaten layak anak pasti punya sistem pembangunan yang berbasis pada hak anak.

"Hal itu sudah sesuai dengan kebijakan KTR dalam UU nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 115, menyebutkan bahwa yang termasuk dalam KTR adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum lainnya," ujar Taufiq Maruf kepada, Rabu (14/4/2021).

Taufiq menjelaskan, bahwa LPAI Majalengka sudah beberapa kali mengikuti workshop tentang darurat perokok anak yang terus meningkat bersama Yayasan Lentera Anak.

Bahkan, pihaknya mengikuti Deklarasi Anti Rokok bersama LPAI dan LPA seluruh Indonesia melalui zoom metting.

"Bahkan saat ini LPAI sudah bekerja sama dengan The Union membuat sebuah program Gerakan Duta Pelajar dan Mahasiswa untuk berhenti merokok dengan mengumpulkan jaringan nak-anak, pelajar & mahasiswa setiap daerah untuk kampanye berhenti merokok dan kami sudah merekomendasikan 1 orang untuk mengikuti program tersebut," ucapnya.

Oleh karena itu, Taufiq menambahkan, jika saat ini pihaknya ingin melihat terlebih dahulu keseriusan dari pihak Pemda Majalengka terkait kebijakan KTR ini. 

"Kami ingin melihat itu dulu sebelum melangkah lebih lanjut walaupun Perbup sudah terbit dan tersosialisasikan tapi ketegasan pemerintah diperlukan dalam implementasi perbup tersebut."

“Ke depan diharapkan terbit juga Perda Kawasan Terbatas Merokok saja, penegakannya oleh pihak Pemda harus tegas. Kalau itu saja belum, bagaimana nanti kalau ditambah menjadi Kawasan Tanpa Rokok?," jelas dia.

Baca juga: Pembagian Grup Top 42 LIDA 2021, Lengkap Daftar Duta Provinsi yang Tersenggol di Top 56 dan Top 70

Baca juga: Warga 3 Desa di Indramayu Mendadak Jadi Jutawan & Miliarder, Duit Ganti Rugi Proyek Pertamina Cair

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved