Breaking News:

Disiksa Secara Keji dan Diancam Dibunuh oleh Anggota Polisi, 3 Anak Ini Terpaksa Mengaku Mencuri

Karena tidak tahan disiksa dan diancam dibunuh oleh oknum polisi, ketiga anak tersebut terpaksa mengaku telah mencuri.

Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi - Preman pasar di Medan aniaya anggota TNI Praka B, main keroyokan, usai korban cidera malah disekap 

Pada Rabu (24/3/2021) Pengadilan Negeri Pasarwajo menjatuhkan vonis masing-masing RN dan AG menjalani  5 bulan hukuman di pesantren. 

Sementara AJ di hukumannya dikembalikan ke orang tuanya sedangkan MS masih menjalani persidangan.  

“Walau telah divonis, saya ingin membersihkan nama kami dan saya ingin perjuangkan itu dan teman-teman yang lain, bukan kami yang melakukan pencurian itu,” ujarnya. 

Pengakuan penyiksaan RN didampingi langsung penasihat hukumannya, La Ode Abdul Faris.

Baca juga: Jelang PSS Sleman vs Persib Bandung, Dejan Antonic Sebut Maung Bandung Diunggulkan Jadi Juara

Baca juga: Berikut Jadwal Buka Puasa Ramadan Kota Bandung Hari Ini 14 April 2021, Lengkap Jadwal Salat

La Ode Abdul Faris membenarkan adanya penyiksaan selama dalam proses pemeriksaan hukum yang dialami ketiga anak di bawah umur dan MS . 

“Memang benar, mereka mengalami penyiksaan yang berulang kali diancam dibunuh  untuk mengakui perbuatan suatu pencurian yang memang bukan mereka yang melakukan,” kata Faris. 

Ia meminta tolong agar dibantu masalah hukum dari tiga orang anak di bawah umur dan MS sehingga kasusnya menjadi terang benderang. 

“Ini aneh, ini ada upaya paksa untuk mengkriminalisasikan anak dibawah umur dan tambah satu dewasa,” ujar Faris. 

Terpisah, Kapolres Buton, AKBP Gunarko, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, menghormati hukum yang sedang berproses.

Vonis sudah dijatuhkan dan diputuskan bersalah, namun dalam pembinaan untuk anak anak.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved