Breaking News:

Ridwan Kamil Minta Warga Segera Laporkan Perusahaan yang Bayar THR Tidak Tepat Waktu

Ridwan Kamil juga meminta perusahaan yang kesulitan finansial karena pandemi Covid-19 untuk melapor jauh-jauh hari, sebelum tenggat pembayaran THR

Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin (18/1/2021) 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta masyarakat melapor kepadanya jika ada perusahaan yang tak memenuhi kewajibannya membayarkan tunjangan hari raya (THR) secara penuh dan tepat waktu.

Emil, sapaan Ridwan Kamil, juga meminta perusahaan yang mengalami kesulitan finansial karena pandemi Covid-19 untuk melapor sejak jauh-jauh hari, sebelum tenggat pembayaran THR berakhir.

Pemprov Jabar, kata Emil, akan memfasilitasi pertemuan antara pihak pengusaha dengan pekerja untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

"Sesuai arahan, tolong ( THR ) dibayarkan penuh 100 persen dan laporkan kalau ada pelanggaran yang tidak penuh. Tentu kami akan wasitkan seadil-adilnya karena kita tahu situasi ekonomi belum pulih," kata Gubernur di The Trans Luxury Hotel, Senin (12/4/2021).

Keharusan perusahaan untuk membayar secara penuh THR menjelang perayaan Idulfitri tahun ini ditegaskan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Dalam SE itu ditegaskan, THR harus sudah dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri. Namun, kata Menteri, terdapat pengecualian bagi perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: THR Tahun Ini Tetap Harus Dibayarkan Penuh, Maksimal 7 Hari Sebelum Lebaran

Baca juga: Buruh Majalengka Pasti Senang Bupati Setuju THR Dibayar Full, Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Cicil

Untuk perusahaan yang terdampak pandemi masih dimungkinkan ada pelonggaran untuk menunda pembayaran THR, tetapi penundaan tidak boleh melewati hari raya.

“Penundaan pembayaran THR bagi perusahaan terdampak pandemi Covid-19 paling lambat sehari jelang hari raya,” ujar Ida Fauziyah, dalam konferensi pers tentang THR Tahun 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, kemarin.

Menteri juga menegaskan, penundaan THR harus berdasarkan pembicaraan bipartite antara pengusaha dan pekerja yang dilakukan dengan semangat kekeluargaan.

Kesepakatan dibuat secara tertulis dengan syarat THR paling lambat dibayar sebelum hari raya. Perusahaan juga wajib menyampaikan laporan keuangan internalnya secara jujur dan transparan. “Laporan keuangan yang menyatakan tidak mampu selama 2 tahun terakhir,” kata Ida Fauziyah.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (Humas Kemenaker/Kompas.com)

Baca juga: Tolak THR Dicicil dan Ditunda, Besok Buruh Turun Ke Jalan di Sejumlah Daerah, Ini Tuntulan Lainnya

Baca juga: Buruh Wajib Tahu, Jokowi Minta THR Segera Cair Jelang Lebaran Idulfitri, Tidak Ada Alasan Menunda

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved