Breaking News:

Sidang Habib Bahar

Fakta Sidang Habib Bahar, Akui Pukul Driver Taksol Tapi Bantah Menginjak, Ternyata Istri Meninggal

Habib Assayid Bahar bin Smith mengakui sudah memukul Ardiansyah, seorang driver taksi online yang mengantar istrinya ke rumah

TribunJabar.id/Mega Nugraha
Habib Bahar menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (13/4/2021). 

Menanggapi itu, Jaksa Sukanda menilai pasal pidana yang didakwakan yakni Pasal 170 ayat 1 dan Pasal 351 KUH Pidana itu bukan termasuk delik aduan. Sehingga, tidak bisa dengan mudah dicabut.

Baca juga: Kapan Batas Akhir Umat Islam Bayar Qadha Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya Ustaz Abdul Somad

"Sehingga perbuatannya harus dibuktikan dulu di persidangan. Kalaupun sudah ada perdamaian, nanti akan kami pertimbangkan di surat tuntutan," ucap dia.

Adapun persidangan dilanjutkan pekan depan dengan pemeriksaan saksi. Atas dakwaan yang dituduhkan padanya, Habib Bahar tidak akan mengajukan eksepsi atau sanggahan.

Sementara itu, di luar ruang sidang, sekelompok pemuda bersarung dan peci pendukung Habib Bahar tampak hadir. Mereka tidak bisa masuk ke ruang persidangan.

Diberitakan sebelumnya, Habib Assayid Bahar bin Smith yang akrab disapa Habib Bahar bin Smith akan menjalani sidang perdana kasus penganiayaan sopir taksi di Kota Bogor.

Sidang rencananya digelar di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung ( PN Bandung), Selasa (6/4/2021) ini.

Habib Bahar sendiri tetap berada di Lapas Gunung Sindur dan tersambung ke ruang sidang PN Bandung secara teleconference.

Baca juga: Kasus Habib Bahar bin Smith Dilimpahkan ke Kejati Jabar, Polisi Masih Buru Satu Pelaku Lainnya

"Iya benar sidang perdananya hari ini secara virtual," ujar Humas Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Bandung ( PN Bandung), Wasdi Permana saat dihubungi.

Sidang digelar di Bandung meski lokasi kejadian terjadi di Kota Bogor karena atas permintaan dari jaksa penuntut umum dari Kejati Jabar.

Saat ini, Habib Bahar mendekam di Lapas Gunung Sindur setelah pada 2019 divonis bersalah karena menganiaya anak di bawah umur.

Dia dipidana tiga tahun. Bahar sempat bebas lewat program asimilasi. 

Baca juga: Habib Bahar bin Smith Bakal Duduk di Kursi Pesakitan Lagi, Kasus Siksa Sopir Taksi Grab Diperkarakan

Namun, asimilasinya dicabut karena dianggap melanggar aturan asimilasi. Atas pencabutan asimilasi, Bahar mengajukan gugatan ke PTUN Bandung.

Putusannya, pencabutan asimilasi Bahar oleh Bapas Bogor tidak sah. Kanwil Kemenkum HAM kemudian mengajukan banding atas putusan PTUN tersebut. 

Adapun dalam kasus penganiayaan ini, Bahar dijerat Pasal 170 dan 351 KUH Pidana. Peristiwa penganiayaan pada sopir taksi online ini terjadi pada 2018.

Baca juga: Lirik Lagu Sholawat Syirillah Ya Ramadhan & Syailillah Ya Ramadhan versi Sabyan, Hasan dan Almadad

Baca juga: Sinopsis Sinetron Ikatan Cinta di RCTI Malam Ini Selasa 6 April, Aldebaran dan Andin Menjebak Elsa

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved