Breaking News:

Warga Kuningan Berpesta Tangkap Ikan di Embung Jadi Tradisi Munggahan Jelang Ramadan

sejumlah warga berbagai kalangan, bahkan Emak- emak pun terjun dalam pesta rakyat tangkap ikan.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Munggahan Puasa Pesta Rakyat Tangkap Ikan di Embung Gempol Desa Karangmuncang Kecamatan Cigandamekar Kuningan Jawa Barat, Senin (12/4/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Tradisi tangkap ikan di Embung Gempol,Desa Karangmuncang, Kecamatan Cigandamekar, Kuningan Jawa Barat, menjadi hiburan warga menjelang pelaksanaan ibadah puasa di Bulan Ramadan 1442 Hijriyah.

Dalam tradisi tangkap ikan itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama bareng Ketua DPC Karang Taruna Kuningan, Elon Carlan, turut serta dalam kegiatan itu.

“Semoga dalam pesta rakyat ini, warga merasa bahagia dan tetap melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid 19,” ungkap Bupati Acep di sela kegiatan, Senin (12/4/2021).

Pantauan dalam kegiatan tadi, sejumlah warga berbagai kalangan, bahkan Emak- emak pun terjun dalam pesta rakyat tangkap ikan.

Terlihat ada warga yang menggunakan jaring, seser dan ayakan dalam melakukan penangkapan ikan tersebut.

Munggahan Puasa Pesta Rakyat Tangkap Ikan di Embung Gempol Desa Karangmuncang Kecamatan Cigandamekar Kuningan Jawa Barat.
Munggahan Puasa Pesta Rakyat Tangkap Ikan di Embung Gempol Desa Karangmuncang Kecamatan Cigandamekar Kuningan Jawa Barat. (Istimewa)

Sebelum pesta rakyat digelar, ditebar dua kuintal ikan di Embung Gempol. Untuk jenis ikannya pun beragam, seperti Ikan Nila, Mujair, Kancra dan lainnya. 

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Hermawan mengatakan bahwabedah Embung Gempol bertujuan untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 menjelang Bulan Suci Ramadan.

“Kegiatan ini diawali dengan mengisi kolam dengan beberapa jenis ikan seperti ikan nila, ikan mas dan ikan lele secara bertahap H-2 sebelum pelaksanaan bedah setu. Tahap pertama, penyebaran ikan dilakukan sebanyak 2 kwintal, berlanjut ke tahap kedua penyebaran ikan dilakukan sebanyak 1 kuintal dan di hari pelaksanaan,” ujarnya.

Terpisah Kepala Desa / Kecamatan Cilimus, H Mulyadin kepada TribunCirebon.com mengatakan, dalam menghadapi pelaksanaan ibadah puasa pada setiap tahunnya selalu digelar tradisi tabuh genjring disertai dengan pawai obor.

“Tabuh genjring itu sebagai pelestarian budaya buhun di desa kami dan pelaksanaan pawai obor tadi malam di langsungkan, “ ujar Mulyadin lagi.

Tradisi tabuh genjring dan pawai obor, kata dia mengaku sekaligus sebagai siar islam dalam menyambut bulan penuh berkah pada setiap tahunnya.

“Apalagi di desa kami ini mayoritas muslim dan tradisi genjring ini biasanya dilakukan pada hari kebesaran tanggalan islam. Seperti di Bulan Maulid, Sya’ban dan Rajaban serta bulan hijriyah lainnya,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved