Breaking News:

Segini Nih Biaya Resmi Pembuatan SIM Baru dan Perpanjangan Masa Berlaku SIM

Namun, ada biaya untuk pembuatan SIM baru atau perpanjangan masa berlaku SIM. Biaya untuk keduanya berbeda.

(Kompas.com/Oik Yusuf)
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM) 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA – Surat Izin Mengemudi ( SIM ) menjadi dokumen wajib bagi  pengemudi kendaraan bermotor.

Namun, ada biaya untuk pembuatan SIM baru atau perpanjangan masa berlaku SIM. Biaya untuk keduanya berbeda.

Berdasarkan aturan, biaya pembuatan SIM baru lebih besar dibandingkan biaya perpanjang masa berlaku SIM.

Berdasarkan aturan terbaru, masa berlaku SIM saat ini akan didasarkan pada waktu penerbitan, bukan lagi dari tanggal lahir pemilik.

Oleh sebab itu, pemilik SIM harus kembali teliti mengingat kapan SIM tersebut dicetak. Hal ini berdasarkan didasarkan pada surat telegram Korlantas Nomor ST/2664/X/Yan.1.1/2019.

"Sesuai dengan ketentuan, masa berlaku SIM ialah lima tahun sejak diterbitkan, bukan berdasarkan tanggal lahir lagi," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi Kompas.com berapa waktu lalu.

Polres Cianjur mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Cianjur sebuah mobil untuk pembuatan SIM Keliling, Senin (30/12/2013).
Polres Cianjur mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Cianjur sebuah mobil untuk pembuatan SIM Keliling, Senin (30/12/2013). (TRIBUN JABAR/TEUKU M GUCI S)

Baca juga: Dishub Kota Sukabumi Segera Relokasi Tempat Pengujian Kendaraan Bermotor, Tempat Parkir Luas

Baca juga: bjb e-Samsat , Solusi Praktis Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

SIM sendiri memiliki berbagai kategori, mulai dari SIM A, SIM B, SIM C, SIM D, hingga SIM Internasional. SIM A berlaku untuk pengemudi kendaraan dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 kilogram untuk mobil penumpang perseorangan dan mobil barang perseorangan.

SIM B I berlaku untuk mengemudikan kendaraandengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram berupa mobil bus perseorangan dan mobil barang perseorangan.

Sedangkan SIM B II, berlaku untuk mengemudikan kendaraanberupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram.

Kemudian SIM C berlaku untuk mengemudikan sepeda motor, terdiri dari SIM C untuk pengemudi sepeda motor dengan kisaran kapasitas silinder paling tinggi 250 kapasitas silinder.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved