Breaking News:

INI 12 Poin Panduan Ibadah di Masa Pandemi Covid-19 untuk Masyarakat Subang, Supaya Tetap Aman

Surat edaran tersebut memuat 12 poin rinci sebagai petunjuk bagi masyarakat Subang yang akan menjalankan ibadah puasa secara tertib aman dan nyaman di

ISTIMEWA
Pelaksanaan Salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah, di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). 
Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana
TIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Menjelang bulan suci Ramadan 2021 Pemerintah Kabupaten Subang telah mengeluarkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idhulfitri.
Surat dengan Nomor: Pm.03/880/kesra tersebut dikeluarkan guna panduan ibadah masyarakat di masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Kabupaten Subang.
Surat edaran tersebut memuat 12 poin rinci sebagai petunjuk bagi masyarakat Subang yang akan menjalankan ibadah puasa secara tertib aman dan nyaman di tengah pandemi.
Berikut 12 poin tersebut :
1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sesuai hukum, syariah serta sesuai tata cara ibadah yang di tentukan agama.
2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga.
3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan serta menghindari kerumunan.
4. Dinas atau Intansi terkait agar memberikan imbauan kepada pengusaha restoran, rumah makan,dan atau warung serta pedagang makanan supaya tidak menyediakan pelayanan makan tempat, dan tidak melayani penjualan makanan dan minuman pada siang hari, serta hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas ruangan untuk menyediakan layanan buka bersama selama bulan Ramadhan.
5. Pengurus Masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain :
  • Salat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, Tadarus Al-Qur’an dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat
  • Menjaga jarak aman satu meter antar jama’ah, dan setiap jama’ah diwajibkan membawa sejadah atau mukena masing-masing.
  • Pengajian, ceramah atau taushiyah, kultum Ramadan dan kuliah Subuh paling lama berdurasi waktu 15 menit.
  • Peringatan Nuzulul Qur’an di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
6. Pengurus dan pengelola masjid atau mushala sebagaimana poin lima wajib menunjuk petugas yang memastikan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, agar melakukan penyemprotan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sejadah atau mukena masing-masing.
7. Peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.
8. Vaksinasi COVID-19 boleh dilakukan di bulan Ramadan namun tetap berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 saat berpusa, dan hasil Ketetapan fatwa ormas Islam lainya.
9. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.
10. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para Mubaligh atau penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat menggangu persatuan umat.
11. Para mubalig atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlakul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntutan Alquran dan Assunnah.
12. Salat Idulfitri satu Syawal 1442 H tahun 2021 dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jila perkembangan pandemi COVID-19 semakin mengalami penurunan berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah dinilai aman boleh sebagaimana biasanya.
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved