Breaking News:

Alumni ITB Bikin KLB, Akhmad Syarbini Jadi Ketua IA ITB, Kubu Kongres X Siapkan 8 Calon Ketua

Kongres IA ITB yang mengagendakan pemilihan ketua ini bakal digelar pada 27 Maret 2021 namun diundur.

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Ikatan Alumni ITB (IA ITB). 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) menggelar kongres luar biasa (KLB) di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika selama dua hari, 10-11 April 2021.
Di KLB itu, Akhmad Syarbini, Teknik Geodesi 1986 terpilih sebagai Ketua IA ITB secara aklamasi.
"Saya sendiri secara aklamasi ditunjuk dalam KLB ini me jadi ketua IA ITB untuk mengisi kevakuman yang ada. Untuk itu, amanah ini akan kami pegang. Saya bersama dewan pengawas perubahan AD/ART mendukung untuk ITB yang lebih baik," ujar Syarbini saat dihubungi pada Senin (12/4/2021).
Semula, Kongres IA ITB yang mengagendakan pemilihan ketua ini bakal digelar pada 27 Maret 2021 namun diundur. Rencananya, sudah ada delapan kandidat untuk merebutkan ketua IA ITB. 
Pantauan Tribun di sisi lain, dari laman Instagram @pemiluITB2021, IA ITB kubu lain juga masih mempersiapkan Kongres Nasional X ITB 2021 yang bakal digelar pada 16-17 April 2021. Adapun mekanisme pemilihan ketua menggunakan e-voting pada 17 April 2021.
Saat ini, tahapan menuju Kongres X IA ITB dalam proses pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) yang berakhir kemarin. Dalam Kongres Nasional X itu, rencananya akan diikuti delapan kandidat calon ketua IA ITB. 
1. Honesti Basyir (Teknik Industri 1987 yang tengah menjabat sebagai Direktur Utama Bio Farma),
2.  I Made Dana Tangkas (Teknik Industri 1984, Ketua Ikatan Alumni Teknik Industri ITB), 
3. Gembong Primadjaja (Teknik Mesin 1986, Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas), 
4. Hariyono (Teknik Informatika 1985, Ketua Ikatan Alumni Informatika), 
5. Bimo Sasongko (Teknik Informatika 1990, Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie, Wasekjen Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia), 
6. Syarifah Amelia (Fisika 2007, Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan RI), 
7. Gatot Sudariyono (Teknik Mesin 1980),
8. Seterhen Akbar Suriadinata (Teknik Elektro 2003).
Dengan kemungkinan bakal ada dua kongres ini, Syarbini tidak memungkiri bakal ada dualisme kepengurusan IA ITB.
"Seandainya nanti ada dualisme kepemimpinan, solusi terbaik adalah KLB 2021 ini. Saya harap semuanya saling menghargai, tidak perlu gugat menggugat, tapi alangkah baiknya seluruh IA ITB lebih solid dan membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan ekonomi dan kesehatan," ucapnya.
Lantas, kenapa bisa ada KLB, dia menyebut ada masalah legalitas dari kepengurusan IA ITB sebelumnya. 
"Karena kepengurusan pengurus pusat IKA ITB saat ini legitimasi dan legalitasnya dipertanyakan. Makannya kami bersama beberapa anggota sesuai dengan pasal 6 AD/ART menggelar KLB," ucap dia.

Sekilas IA ITB

Dilansir dari situs resmi IA ITB, iaitb.or.id, dijelaskan tentang sejarah terbentuknya IA ITB:

Para alumni Institut Teknologi Bandung menyadari sepenuhnya, dan dengan tangan terbuka, tanggung jawab kemanusiaan yang dipikulkan pada pundaknya. Suatu perguruan tinggi, berikut para alumninya, wajar menjadi pelopor dari kemajuan kebudayaan manusia dan kemajuan masyarakat agar menikmati kehidupan adil, makmur, dan sejahtera, secara layak melalui usaha mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni beserta kemanfaatannya.

Atas kesadaran seperti itu, dalam pertemuan alumni ITB yang pertama di Bandung, pada 1-3 Maret 1969, disepakati pembentukan organisasi yang menghimpun para alumni Institut Teknologi Bandung. Maksud dan tujuan pembentukan organisasi ini, antara lain, membantu usaha-usaha tercapainya tujuan almamater sebagai pelopor dari kemajuan masyarakat dan kebudayaan manusia serta membentuk sarjana yang bertanggung jawab akan kesejahteraan masyarakat. Dan juga membawa misi ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam kehidupan masyarakat Indonesia guna membangun masyarakat Indonesia yang modern, demokratis, adil dan sejahtera. Selain itu, Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) bertujuan memperat hubungan alumni dengan almamaternya dan antar alumni demi membantu kepentingan anggotanya sesuai bidang profesi masing-masing.

Kongres pertama IA ITB diadakan pada tanggal 26 Maret 1976 dan kongres itu memilih Ir Kuntoadji sebagai ketua umumnya. Suksesi kepemimpinan IA ITB berlangsung secara berkala sejak 1976. Sampai hari ini telah berlangsung 7 Kongres dalam rangka memilih kepengurusan baru. Kongres yang berlangsung pada tanggal 3 Desember 2011 di Bandung adalah kongres yang kedelapan.

Berikut ini nama-nama yang pernah menjadi ketua umum IA ITB:

Periode 1976 – 1981: Ir. Kuntoadji

Periode 1981 – 1986: Prof. Dr. Doddy A. Tisna Amidjaya ( Alm)

Periode 1987 – 1992: Ir. Sanyoto Sastrowardoyo M.Sc. EE.

Periode 1992 – 1997: Ir. Giri S. Hadihardjono, MS. ME.

Periode 1997 – 2002: Ir. Cacuk Sudarijanto

Periode 2002 – 2007: Ir. Laksamana Sukardi

Periode 2007 – 2011: Ir. Hatta Radjasa

Periode 2011 – 2016: Ir. Sumaryanto Widayatin (Digantikan oleh Syawaluddin Lubis)

Periode 2016 - 2020: Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved