Breaking News:

6 Korban Pencabulan Oknum Guru Informal di Bandung Mendapat Pendampingan Trauma Healing

Ia menerangkan, dari enam orang korban, usianya rata-rata 7 sampai 10 tahun. Peristiwanya sendiri terjadi sekira Maret 2021.

Midday
Ilustrasi korban pemerkosaan: 6 Korban Pencabulan Oknum Guru Informal di Bandung Mendapat Pendampingan Trauma Healing 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Enam korban pencabulan As (44) guru informal di Kota Bandung mendapat trauma healing

"Iya, dilakukan pendampingan oleh Dinsos Pemkot Bandung," ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang di Jalan Jawa, Senin (12/4/2021).

As sendiri saat ini ditahan di Mapolrestabes Bandung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

"Kami meminta orangtua untuk turut menjaga anak-anaknya dari hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Adanan.

Baca juga: Baim Wong Usir Seorang Ibu yang Maksa Numpang di Rumahnya, Suami Paula Curiga Ternyata Minta Ini

Baca juga: Ikatan Alumni ITB Pecah Dua, Kubu KLB Pilih Akhmad Syarbini Jadi Ketua, Kubu KN X Siapkan 8 Calon

Ia menerangkan, peristiwa itu terjadi sekira Maret 2021 dan menerima laporan kejadian pada awal April. 

Atas laporan tersebut, polisi menindak lanjutinya dengan memeriksa sejumlah korban dan memeriksa barang bukti. Setelah dirasa cukup bukti, polisi menangkap As.

"AS diamankan di tempat ibada tempat ia bekerja sebagai marbot, di kawasan Jalan Setiabudi, Kota Bandung," katanya.

Ia menerangkan, dari enam orang korban, usianya rata-rata 7 sampai 10 tahun. Peristiwanya sendiri terjadi sekira Maret 2021.

"Setiap anak, di iming-imingi diberi uang jajan Rp 3 ribu agar korban mau bersama dengan pelaku. Parahnya, perbuatan As dilakukan di lingkungan tempat ibadah yang dijadikan tempat bermain anak-anak," katanya.

Ia menyebut perbuatan As dilakukan berulang pada sejumlah korban. Pelaku juga mengancam korban untuk tidak melaporkan apa yang dialami. 

"Perbuatan pelaku mulai dari meraba tubuh para korbannya, meraba bagian vital korban, hingga ada yang dicium oleh pelaku," ucap Adanan.

Saat ini, As mendekam di tahanan Mapolrestabes Bandung.

Dia dijerat Pasal 82 juncto Pasal 76 Undang-undang Perlindungan Anak. Ancamannya di atas lima tahun penjara.

"As ditahan. Kami masih mendalami perbuatan tersangka karena kami menduga korban lebih dari keterangan pelaku saat ini," ucap dia.

Baca juga: Doa Kamilin Dibaca Seusai Salat Tarawih 8 atau 20 Rakaat Plus Witir, Dilengkapi Tata Cara Salat

Baca juga: Hilal Terlihat di Kabupaten Sukabumi Selama 1 Menit 45 Detik oleh Tim Ahli Dewan Hisab dan Rukyat

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved