Breaking News:

Bocoran Panduan Ibadah Ramadan di Indramayu, Tarawih dan Bukber Diperbolehkan, Tapi dengan Catatan

Deden Bonni Koswara, dalam pelaksanaannya nanti, Satgas Covid-19 memperbolehkan ibadah tarawih tetap dilaksanakan di masjid atau mushola.

Istimewa
Pelaksanaan Salat Tarawih di Pondok Pesantren Al-Quraniyah, di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (23/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu dalam waktu dekat akan menerbitkan panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 hijriah.

Panduan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2021 tentang panduan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama.

"Nanti kami akan mengeluarkan surat edaran dari Satgas Kabupaten untuk menindak lanjuti SE tersebut," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara saat ditemui di ruangannya, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 1442 H untuk Kabupaten Cirebon, Lengkap Bacaan Niat Puasa dan Buka Puasa

Baca juga: LINK Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1442 H di Seluruh Indonesia dari Kemenag dan Muhammadiyah

Sebagai bocoran, disampaikan Deden Bonni Koswara, dalam pelaksanaannya nanti, Satgas Covid-19 memperbolehkan ibadah shalat tarawih tetap dilaksanakan di masjid atau musala.

Dengan catatan, akan dilakukan pembatasan jemaah sebesar 50 persen dari kapasitas masjid dan pengecekan suhu tubuh.

Selain itu, para jemaah juga diimbau untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak. 

"Dari Satgas nasional kami juga menyediakan masker dan hand sanitizer yang akan diberikan kepada masjid-masjid yang memerlukan," ucapnya.

Dalam hal ini, Deden Bonni Koswara mengharapkan peran aktif dari setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang ada di Kabupaten Indramayu untuk menerapkan regulasi tersebut.

Mengingat pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini masih melanda di Kabupaten Indramayu.

Pada kesempatan itu, Deden Bonni Koswara juga menyampaikan, tidak ada larangan untuk buka bersama, dengan catatan di lokasi buka bersama (Bukber) itu hanya diperbolehkan 50 persen saja dari kapasitas maksimal.

"Buka bersama diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen dan kami minta untuk diusahakan secepat mungkin sehingga tidak berlama-lama menimbulkan kerumunan," ujar dia.

Baca juga: Gus Baha Sebut Anak adalah Cerminan Orang Tua: Anak Minta Uang Banyak, Itu Cerminan Orang Tua Rakus

Baca juga: Penderita Diabetes Bisa Jalani Puasa Ramadan, Ikuti Panduan Ini Agar Gula Darah Tetap Terkendali

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved