Breaking News:

Profesor M Akui Dikejar Era Setyowati ke Bali, Bantu Biayai Kuliah Miss Landscape dan Siap Tes DNA

Terungkap bahwa Profesor M mengenal Era Setyowati (ES) pada 2016 di sebuah mal di Jakarta.

Tribunnews.com/Bayu Indra Permana
Miss Landscape Indonesia 2019, Era Setyowati atau yang akrab disapa Sierra bersama tim kuasa hukumnya saat menyambangi kantor KPAI Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Terungkap bahwa Profesor M mengenal Era Setyowati (ES) pada 2016 di sebuah mal di Jakarta.

Sejak itu, ES terus mengejar Profesor M. Bahkan sampai mendatangi ke Bali, saat Profesor M tengah ada tugas di sana.

Tim kuasa hukum Profesor M, terdiri atas Dr. Jaja Ahmad Jayus, SH, M.Hum, Donny Tri Istiqomah, SH, MH,  Patrice Rio Capella, SH, M.Kn, dan M. Yasin Djamaludin, SH, MH, membenarkan bahwa klien mereka, Profesor M adalah Guru Besar pada salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung, dan Komisaris pada salah satu BUMN.

Tim Kuasa Hukum menjelaskan latar belakang kasus tersebut secara terperinci.  Pada hari Senin, 5 April 2021, Era Setyowati (ES), bersama-sama dengan kuasanya hukumnya, Sdr. Razman Arif Nasition, telah mandatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran hak anak, khususnya tindakan penelantaran anak yang dilakukan oleh salah seorang Guru Besar PTN, yang juga merupakan Komisaris Independen salah satu BUMN.

Pelaporan ini juga diikuti dengan pernyataan kepada media, dan kemudian beredar berita di berbagai media

"Berkaitan dengan tuduhan yang tidak benar ini, untuk itu, kami selaku kuasa hukum Prof. M, merasa perlu meluruskan fakta yang terjadi dengan sebenarnya," tulis tim Kuasa Hukum dalam rilis yang diterima TribunCirebon.com, Selasa (6/4/2021).

Menurut Kuasa Hukum, Profesor M berkenalan dengan ES sekitar bulan April 2016, di sebuah mal  di Jakarta Pusat. Pada saat itu ES minta nomor telepon Prof. M. melalui seorang kawannya.

Baca juga: Miss Landscape Indonesia Laporkan Profesor M, Guru Besar di Bandung ke KPAI Karena Penelantaran Anak

Baca juga: Jelang Ramadan, Satgas Pangan Majalengka Sidak Sejumlah Pasar, Antisipasi Adanya Penimbunan Sembako

Baca juga: Amanda Manopo Cerita Pengalaman Menakutkan, Pernah Dikirimi Santet Lewat Makanan: Enggak Berani

Selanjutnya ES mulai aktif menghubungi, dan pernah sekali waktu di tahun 2016 mengejar Prof. M ke Bali yang saat itu sedang bertugas, dengan dalih yang bersangkutan kebetulan sedang berlibur ke Bali.

Sejak semula ES sudah mengetahui bahwa Prof. M telah beristri dan memiliki anak dan sudah ditegaskan bahwa Prof. M tidak akan pernah menikahi yang bersangkutan.

Pada 2017, ES mendaftar kuliah ke LSPR, dan meminta agar biaya kuliah dapat dibantu oleh Prof. M. hingga studinya selesai.

Halaman
1234
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved