Breaking News:

Susi Pudjiastuti Sebut Wilayah Makin Sempit Sehingga Sumberdaya Laut Harus Mampu Menggerakan Ekonomi

Susi menyesalkan, betapa mudahnya mengambil dan mengeruk, juga merusak sumberdaya laut.

Tribunnews
Susi Pudjiastuti 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Mantan Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, keberlanjutan sumberdaya laut itu sangat penting untuk bangsa Indonesia. 

Menurut Susi, wilayah Indonesia yang paling besar adalah lautan. 

"79 persen, wilayah Indonesia ini laut. Jadi, jika kita berharap dari laut ya memang harus, itu benar. Tetapi, laut itu sulit dipagar, sulit dijaga, sulit dikelola, karena kita sebagai manusia biasa hidupnya lebih di darat," ujar Susi dalam sambutannya, di Lapang Ketapang Doyong Pantai Timur Pangandaran, Selasa (6/4/2021). 

Sementara di darat, kata Ia, dihabiskan dengan semua aktivitas manusia dengan segala macam.

Baca juga: Jokowi Disindir Fiersa Besari Soal Kehadirannya di Nikahan Atta-Aurel, Susi Pudjiastuti Ikut Komen

Baca juga: Suami Ikut Nonton Istri Saat Melayani Pria Hidung Belang di dalam Kamar, Pasang Tarif Rp 1 Juta

"Wilayah ini makin sempit, Pertanian kita coba, namun juga tidak mudah. Jadi, sebetulnya yang paling mudah untuk Indonesia itu menggerakkan ekonomi rakyat dari sumberdaya laut, dan satunya perikanan," kata Susi.

Susi menyesalkan, betapa mudahnya mengambil dan mengeruk, juga merusak sumberdaya laut.

"Itulah kenapa saya berjuang, meskipun dengan segala resikonya. Seperti, dibenci dan dimacam-macam," ucapnya.

Namanya bisnis bibit lobster ini, ungkap Susi, Vietnam itu ratusan juta dollar. 

"Saya dulu pedagang pembeli lobster, tahun 83 sampai tahun 2000 itu, ekspor kita nomor satu dari Indonesia."

"Kita memiliki pangsa pasar lobster di Jepang, 80 persen. Dan lobster yang dimiliki kita ini, hanya dimiliki oleh 12 negara."

Susi mengungkapkan, dahulu dirinya tidak tahu, yang akhirnya tahun 2000 an lobster itu mulai hilang. 

"Saya, kalau tidak jadi Mentri KKP tahun 2014 juga bakalan tidak tahu," katanya.

Susi menegaskan, jika Ia disuruh untuk ekspor benih lobster tidak mau dan takut dosa sama yang memberi kita hidup dan rezeki. 

"Karena, menyalahi filosofi kehidupan mamanya. Dan saya yakin, nelayan yang berjiwa nelayan, pasti akan berpendapat sama dengan saya," ucapnya.

Baca juga: Jarang Disadari, Makanan Pemicu Kanker Kelenjar Getah Bening Sering Kita Konsumsi, Ini Daftarnya

Baca juga: Profesor M Berhubungan dengan Era Setyowati di Bali dan Bantu Biayai Kuliah Miss Landscape di LSPR

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved