Breaking News:

Mudik Dilarang, Pengusaha Armada Bus di Kuningan Ontrog Gedung Dewan Minta Kebijakan Dibatalkan

Pelaku usaha jasa transportasi darat itu meminta agar larangan mudik tahun sekarang, bisa dibatalkan

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua Pakupulus Kuningan, Sudira, saat meberikan keterangan kepada wartawan seusai audensi di gedung DPRD Kuningan, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah pengusaha angkutan penumpang bus AKAP dan AKDP (Antar Kota Antara Provinsi-Antar Kota Dalam Provinsi) di Kabupaten Kuningan bereaksi atas pemberlakuan larangan mudik bagi masyarakat. Mereka mendatangi kantor DPRD Kuningan dan meminta agar kebijakan itu dibatalkan, Selasa (6/4/2021).

Terpantau di Gedung DPRD Kuningan, sejumlah pengusaha dan sopir bus angkutan penumpang yang tergabung dalam Paguyuban Karyawan Putri Luragung Sahira (PAKAPULUS) dan Paguyuban Angkutan Kuningan (PAKU) mmempertanyakan kebijakan pemerintah yang mengatur mengenai ketentuan Mudik dan Angkutan Penumpang Tahun 2021.

Ketua Pakapulus, Sudira, dalam aksi penyampaian aspirasi meminta kejelasan tentang aturan soal mudik tersebut.

"Kami mohon kejelasan, jika mudik dilarang bagaimana nasib usaha kami? Padahal kami butuh penghidupan untuk para pegawai kami, apalagi menjelang hari raya," ungkap Sudira saat mengawali penyampaian aspirasi di depan Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy dan sejumlah anggota Komisi III serta Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Jaka Chaerul.

Baca juga: Amanda Manopo Cerita Pengalaman Menakutkan, Pernah Dikirimi Santet Lewat Makanan: Enggak Berani

Baca juga: Habib Bahar Ingin Persidangannya Cepat dan Tertutup : Jika Sidang Disiarkan, Saya Enggak Akan Hadir

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu 7 April 2021: Aries Jangan Mulai Usaha Baru, Virgo Keuanganmu Meningkat

Pelaku usaha jasa transportasi darat itu meminta agar larangan mudik tahun sekarang, bisa dibatalkan dan bahkan tidak dilanjutkan dengan adanya aturan larangan operasional angkutan penumpang antar kota.

"Kami minta larangan mudik itu dibatalkan dan selama belum ada larangan operasional angkutan penumpang antar kota maka kami akan terus beroperasi.

Namun sebaliknya, ada larangan operasional angkutan arus  mudik ini, maka kami menuntut agar angkutan lain pun yang membawa penumpang antar kota juga ditindak tegas," kata Sudira.

Angkutan lain, kata Sudira, yang mengangkut penumpang antar kota ini adalah angkutan yang diduga ilegal, bahkan banyak dikenal sebagai travel gelap.

"Jika bus dilarang bawa penumpang maka travel gelap pun harus dilarang, mohon ketegasannya," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved