Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Siap-siap Pembelajaran Tatap Muka Secara Terbatas di Jabar Bakal Dimulai Juli 2021, Pakai Sif-sifan

pihak sekolah wajib mempersiapkan masker, tempat mencuci tangan, handsanitaizer, marka jaga jarak, dan lainnya.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Fauzi Noviandi.
Sejumlah Siswa SMAN 4 mengikuti uji coba belajar tatap muka secarar terbatas, Senin (7/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 telah ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, Maret lalu.

Pemerintah menyatakan pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang, sudah dapat dilakukan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Dinas Pendidikan Provinsi Jabar pun telah mempersiapkan PTM terbatas dengan tetap menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sendiri membawahi 4.966 sekolah, mulai dari tingkat SMA, SMK, SLB negeri maupun swasta.

Dari angka tersebut, hanya 2.200 sekolah yang menyatakan siap melakukan PTM dan kembali ditinjau Disdik Jabar.

Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, mengatakan pihaknya sudah mengategorikan klaster sekolah berdasarkan kriteria dan lokasi.

Misalnya, berdasarkan angka kasus positif Covid-19, angka kepadatan penduduk per sekolah, termasuk kondisi sinyal internet di lokasi.

Baca juga: Sering Buang Air Kecil Saat Malam Hari Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Anda Kena Penyakit Ini

Baca juga: TIGA Kiper Persib Sudah Unjuk Kemampuan di Piala Menpora 2021, Passos Beri Penilaian Begini

Baca juga: Abah Popon di Sukabumi Bisa Isi Ilmu Kebal Tubuh, Dipakai Para Teroris Saat Mau Mengebom

"Sekitar 2.200 yang mengajukan, untuk saat ini kalau kita lihat dengan pengkategorian klaster, ada sekitar 383 kecamatan, yang dikategorikan aman untuk pembelajaran," ucap Dedi Supandi, Minggu (4/4).

Simulasi PTM pun, kata Dedi, sudah dilakukan dengan tujuan menjamin keamanan di kelas. Di antaranya mengenai pengaturan jarak pada saat pembelajaran tatap muka yang mewajibkan penjarakan antarpeserta didik sejauh 1,5 meter. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved