Ramadan 2021

Kapan Sih Batas Akhir Bayar Qadha Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya, Ada Paparan Ustaz Abdul Somad

Oleh sebab itu, umat Islam yang memiliki utang puasa harus membayarnya dengan cara puasa di hari lain setelah Ramadhan.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
ISTIMEWA
Ilustrasi puasa. 

TRIBUNCIREBON.COM - Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah wajib yang dilaksanakan umat Islam.

Dalam pelaksanaannya, ada yang tidak dapat memenuhi kewajiban tersebut seperti karena uzur, sakit, atau menstruasi.

Oleh sebab itu, umat Islam yang memiliki utang puasa harus membayarnya dengan cara puasa di hari lain setelah Ramadhan.

Adakah batas akhir bayar qadha atau utang puasa Ramadhan?

Dikutip dari WartaKota yang memuat Q&A Ustadz, Ustaz Abdul Somad sempat mendapat pertanyaan soal batas waktu bayar utang puasa dari seorang emaah.

Menurut Ustaz Abdul Somad, seseorang dapat membayar utang puasa Ramadhan tahun lalu hingga bulan Ramadhan tahun ini.

Baca juga: Dalil Ayat Al Quran tentang Puasa Ramadan, Berikut Pengertian Puasa dan Keutamaannya Jaminan Surga

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Jadwal Imsakiah 1442 H Wilayah Kota Sukabumi, Berikut Doa Niat dan Buka Puasa

Artinya, termasuk di bulan Syaban pada hari terakhir pun, seorang muslim masih bisa melakukan qadha puasa Ramadan tahun lalu.

"Batasnya (qadha puasa Ramadan tahun lalu) kapan ? sampai Ramadan (tahun) ini," ungkap Ustaz Abdul Somad.

Dikutip dari rumaysho, sebagian ulama mengatakan bagi orang yang sengaja mengakhiri qadha Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya maka dia cukup meng-qadha puasa tersebut disertai taubat.

Pendapat tersebut adalah pendapat Abu Hanifah dan Ibnu Hazm.

Namun, Imam Malik dan Imam Asy Syafi'i berpendapat lain.

Ilustrasi puasa - Puasa Ayyamul Bidh Hari Pertama 13 Safar 1442 H
Ilustrasi puasa - Puasa Ayyamul Bidh Hari Pertama 13 Safar 1442 H (Tribunjabar.id/Giri)

Menurut mereka, bagi orang yang meninggalkan qadha puasa dengan sengaja maka di samping mengqadha puasa harus disertai memberi makan orang miskin.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, mantan Ketua Lajnah Ad Da’imah, sempat ditanya, “Apa hukum seseorang yang meninggalkan qadha puasa Ramadhan hingga masuk Ramadhan berikutnya dan dia tidak memiliki udzur untuk menunaikan qadha tersebut. Apakah cukup baginya bertaubat dan menunaikan qadha atau dia memiliki kewajiban kafaroh?”

"Dia wajib bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan dia wajib memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan disertai dengan qadha puasanya," jawabnya.

Ukuran makanan untuk orang miskin adalah setengah sha' Nabawi dari makanan pokok negeri tersebut (kurma, gandum, beras, atau semacamnya) dan ukurannya adalah sekitar 1,5 kg sebagai ukuran pendekatan.

Namun apabila dia menunda qadhanya karena ada udzur seperti sakit atau bersafar, atau pada wanita karena hamil atau menyusui dan sulit untuk berpuasa, maka tidak ada kewajiban bagi mereka selain mengqadha puasanya.

Perintah untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan

Tak jarang kita penasaran dengan arti dan tujuan berpuasa sebulan penuh tersebut.

Tentu saja, umat muslim dapat mengetahui jawabannya sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran.

Baca juga: Tanggal 27 Rajab Isra Miraj Sebentar Lagi, Baca Doa Ini Jelang Bulan Puasa Ramadhan Mohon Ampunan

Perintah puasa Ramadan terkandung dalam Surat Al Baqarah ayat 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Demikian inilah ayat yang mendasari umat Islam yang beriman menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Di sana juga sekaligus mengandung pengertian puasa Ramadan berikut tujuannya.

Tujuan puasa agar umat Islam menjadi Muslim yang bertakwa.

Untuk menjadi takwa seseorang harus melakukan pengorbanan lewat puasa tersebut.

Demikian definisi puasa Ramadan adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa.

Puasa artinya menahan diri dari rasa lapar dan dahaga serta dari perbuatan-perbuatan buruk yang dilarang.

Ibadah puasa Ramadan merupakan perintah langsung dari Allah SWT.

Berpuasa sebulan itu juga merupakan ibadah wajib sebagaimana tercantum dalam rukun Islam.

Ini artinya ibadah puasa juga merupakan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Surat Al Baqarah ayat ke-183 dasar umat Islam menjalankan ibadah puasa sebulan di bulan Ramadhan.
Surat Al Baqarah ayat ke-183 dasar umat Islam menjalankan ibadah puasa sebulan di bulan Ramadhan. (Tribunjabar.id/Kisdiantoro)

Ibadah puasa menyangkut aspek hablum minallah, hubungannya kepada Allah SWT.

Karenanya puasa merupakan bentuk ketentuan Allah SWT yang harus dijalankan mukmin sebagai syariat Islam dengan tujuan meningkatkan ketakwaan.

Dalam ayat berikutnya Al Quran surat Al Baqarah ayat 185 dijelaskan tentang pelaksanaan puasa Ramadan tersebut.

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). 

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. 

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Baca juga: Bacaan Doa-doa Menyambut Bulan Rajab 1442 H, Berdoa Umur Panjang agar Raih Pahala di Bulan Ramadhan

Baca juga: JADWAL Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rajab dan Bulan Syaban Menuju Bulan Puasa Ramadhan 1442 Hijriah

Demikian, adapula dijelaskan dalam Al Quran tentang orang-orang mendapat keringanan dalam menjalankan puasa Ramadan tersebut.

Allah SWT memberikan keringanan untuk golongan tertentu sehingga diperbolehkan tak berpuasa.

Dasar perintah ini terjandung dalam Surat Al Baqarah ayat 184.

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Baca juga: Doa-doa Mustajab Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS Memohon Agar Amalan Diterima di Sisi Allah SWT

Baca juga: Doa-doa Mustajab Nabi Musa AS Ketika Ditempa Ujian, Mohon Dimudahkan Urusan hingga Menjaga Perkataan

Lantas, apa jaminan menjalankan puasa Ramadan tersebut?

Sebagaimana dijelaskan di atas, berpuasa tak lain juga agar orang-orang beriman dan bertakwa.

Allah SWT mencintai orang-orang bertakwa.

Selain itu, Allah SWT juga memberikan keutamaan jaminan berpuasa Ramadan.

Dijelaskan dalam hadis bahwa jaminan di bulan puasa Ramadan salah satunya dibukakan pintu-pintu surga.

Pintu-pintu surga itu dibuka karenya ada banuak amal saleh yang dapat dikerjakan di bulan Ramadan.

Selain itu, sebaliknya pintu-pintu neraka ditutup oleh karenanya sedikitnya maksiat yang dilakukan orang-orang beriman.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda,

“إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين” رواه البخاري ومسلم واللفظ له

“Jika telah datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu” [Muttafaqun ‘alaihi]

Dalam riwayat hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan:

‘Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.’ Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved