Breaking News:

Desa Sukaimut Kuningan Sediakan Wisata Alam, Kades Jamin Kenyamanan Pengunjung Rasakan River Tubing

Usaha pemerintah desa melalui sektor wisata merupakan peluang besar dan dianggap mampu meningkatkan kualitas ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Kades Sukaimut Kecamatan Garawangi Kuningan Jawa Barat, Uka saat berikan tutorial berwisata air alias river tubing, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan Kontributor Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Usaha pemerintah desa melalui sektor wisata merupakan peluang besar dan dianggap mampu meningkatkan kualitas ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar.

Hal ini terbukti dan dilakukan pemerintah dalam pengembangan usaha berbasis sumber daya alam di Desa Sukaimut, Kecamatan Garawangi, Kuningan, Jawa Barat.

"Wisata yang kami miliki itu river tubing. Kebetulan kami mengandalkan arus air Sungai Cisanggarung sebagai pemanfaatan dan pengembangan wisata air disini," ungkap Kenapa Desa, Uka saat ditemui di lokasi wisata setempat, Sabtu (3/4/2021).

Baca juga: Megahnya Hotel Raffles Tempat Akad Nikah Atta-Aurel, Ini Fasilitas Mewah hingga Daftar Tarifnya

Baca juga: Pengamanan Asrama Polisi Kaliwadas Cirebon Juga Diperketat, Antisipasi Penyerangan Teroris

Uka menyebut bahwa wisata air ini sebelumnya telah dilakukan uji coba berbagai tahapan. Hal itu bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada calon pengunjung dalam menikamti perjalanan saat river tubing.

"Uji coba bahwa arena di wisata air ini aman, atau saat river tubing berlangsung. Sebelumnya kami telah lakukan uji coba dan juga belajar ke lokasi wisata sama di daerah Malang," ungkap Uka lagi.

Mengenai ketenangan arus air, kata Uka, ini juga mendapat perhatian dan penjagaan di zona hulu sungai. Meski demikian, prioritas keamanan dan kenyamanan bagi penikmat wisata air itu sangat di dahulukan.

"Ya keamanan dan kenyamanan kami tetap gunakan standar. Selain ada gaed saat river tubing, juga ada petugas di hulu sungai, untuk menginformasikan kondisi arus air," ujarnya.

Fasilitas pendukung bagi wisatawan yang hendak melakukan river tubing, kata Uka, perlengkapan safety atau keamanan tubuh tentu di sediakan. Mulai rompi pelampung, body protector, dan helm atau pengaman kepala.

"Kami disini serius memberikan fasilitas dan pelayanan, sebab wisata air ini jelas harus mendapat pendampingan dari petugas juga. Nah, untuk satu perahu karet itu isi lima orang dengan satu orang pemandu.

Kemudian untuk harganya tiket per orang itu jatuh sebesar Rp 50 ribu, sedangkan untuk river tubing menggunakan ban dalam mobil itu hanya Rp 35 ribu per orang," ungkapnya.

Untuk harga Rp 35 ribu, kata Uka, itu biasa dilakukan dengan cara kelompok dan biasanya maksimal itu 10 orang, dalam satu kali berlangsung.

"Iya untuk pakai ban dalam mobil, itu kami sediakan untuk 10 orang dalam satu kali jalan. Terus jarak tempuh river tubing ini ada sekitar 2 sampai 3 kilometer dan berakhir di bendungan yang berada di Desa Tambakbaya masih tetangga desa," ujarnya.

Tekniknya, peserta river tubing akan di jemput di jalur dunia tadi dan kembali ke sini. "Untuk pelayanan kami makismal, jadi saat berwisata arung jeram dan untuk kembali petugas akan menjemputnya," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved