Breaking News:

Bonsai Seharga Ratusan Juta Rupiah Meriahkan Ajang Kontes dan Pameran Bonsai dan Suiseki di Kuningan

Tanaman bonsai dengan harga sekitar Rp 150 juta turut dipamerkan di ajang kontes dan pameran bonsai dan suiseki di Kuningan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sejumlah tanaman bonsai dipajang di ajang Kontes dan Pameran Bonsai dan Suiseki di Kuningan, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Tanaman bonsai dengan harga sekitar Rp 150 juta turut dipamerkan di ajang kontes dan pameran bonsai dan suiseki di Kuningan.

"Kebetulan untuk harga memang variatif, namun ada beberapa bonsai dengan jenis kisrut atau starblus asper ini seharga diatas 150 juta ikut dalam ajang kontes dan pameran yang digelar PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Kuningan," ungkap Sandi yang juga Ketua Panita Kontes dan Pameran Seni Bonsai dan Suiseki Tingkat Lokal Terbuka, di Lapang Tenis Lantai Hotel Horison Kuningan, Sabtu (3/4/2021).

Sandi mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebetulnya sudah menjadi agenda tahunan PPBI di Kuningan. Namun selama Pandemi Covid19 sekarang dibuka sesuai izin dari Tim Satuan Tugas Covid19 dan tetap melakukan protokol kesehatan.

"Iya kita tetap laksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan, lagi juga peserta sekarang kebetulan dari wilayah Ciayumajakuning," ungkap Sandi.

Baca juga: 485 Peserta Ikuti Pameran Bonsai Lokal Digelar di Kabupaten Majalengka

Baca juga: BREAKING NEWS: Semburan Api Muncul di Desa Sukaperna Indramayu, Bau Gas Menyengat, Hawa Terasa Panas

Baca juga: Bang Opi Kumis Puji Lokasi Wisata Palutungan Kuningan, dan Rela Mengendrose Pondok Cai Pinus

Dalam kesempatan kontes dan pameran bonsai kali ini, terbagi dalam kelas prospek dan jadi serta untuk kelas suiseki memang peminatnya tidak banyak seperti bonsai.

"Untuk kontes dan pameran bonsai, kami bagi dua yaitu kelas prospek dan jadi. Kemudian untuk suiseki peserta bisa dihitung," katanya.

Sandi mengatakan, untuk jenis tanaman bonsai yang ikut kontes dan pameran ini di dominasi oleh tanaman lokal.

"Seperti serut, sisir atau kaliage, seribu bintang, anting putri, ulkus, tauci, soka, pukis amplas, pikus benyamin dan banyak lainnya lagi," ujarnya.

Mengenai persyaratan peserta yang mengikuti kontes dan pameran ini sesuai dengan kelas.

"Untuk kelas name hingga kelas big, pendaftaran ini mulai Rp 70 hingga  300 ribu dan ini tidak ada uang pembinaan, melainkan hanya mendapat piagam untuk meningkatkan grade atau kelas bonsai itu sendiri," ujarnya.

Menyinggung soal klasifikasi bonsai bagus, kata Sandi, ini beragam ketentuan dan penilaian. Mulai dari bentuk dan ukuran serta  keindahan pada tanaman tersebut. "Jadi bonsai itu kan tanaman pot, atau ada istilah lain bahwa bonsai ini miniatur tanaman besar yang tumbukembang di alam bebas. Nah, untuk mendapat nilai bagus pada bonsai itu sendiri, jelas harus dilakukan perawatan lebih telaten," ungkapnya.

Misal ketika bicara kelas dalam kontes bonsai itu ada prospek dan jadi. "Nah, untuk kelas prospek ini tanaman perlu perhatian serius agar bonsai itu memberikan kepuasan pada kita. Mulai dari akar pohon, tubuh pohon, daun pohon serta lekukan pada dahan dan ranting pohon bonsai itu sendiri," ungkapnya.

Sebagai aktivis PPBI di Kuningan, kata Sandi menjelaskan bahwa dari bonsai yang di miliki sekaligus hobi. Ternyata bisa mendongkrak nilai ekonomi, dan hal ini terjadi belum di Jawa Timur ada harga bonsai itu seharga 1 miliar.

"Selama punya hobi bonsai seperti ini, kemarin ada harga bonsai dengan jenis tanaman beringin Korea itu bisa tembus seharga 1 miliar. Ini terjadi di Jawa Timur dan semoga untuk daerah Kuningan, dalam kegiatan ini bisa memancing calon wisatawan untuk ke Kuningan," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved