Breaking News:

Tak Terima Mobil Pikap Melewati Tanahnya, Seorang Warga Membenteng Akses Rumah Tetangganya

Padahal, kata Ia, saat itu juga Ia langsung mendekatinya, dan memohon maaf karena sudah memasukan mobil ke lahan tanah miliknya.

Tribunjabar.id/Padna
tangkap layar video, Muslih (52) Warga Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Gegerkan warga, gara-gara tanah diinjak mobil pikap, akses jalan menuju sebuah rumah milik warga di Pangandaran ditutup paksa dengan tembok benteng oleh pemilik tanah yang masih tetangganya.
Penutupan akses jalan diduga ada perselisihan antara pemilik tanah dengan tetangganya yang mengakibatkan pemilik rumah kebingungan ketika hendak keluar.
Informasi yang diterima Tribunjabar.id, 
Pemilik rumah dan pemilik tanah berada di lingkungan yang sama, keduanya merupakan warga Dusun Pamagangan RT 4/13 Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sekarang, pemilik rumah dan keluarganya ngontrak rumah di wilayah Desa KarangJaladri, Kecamatan Parigi. Hal itu dikarenakan, akses keluar masuk ke rumah miliknya tidak bisa dilalui. 
Pemilik rumah, Muslih (52) mengaku, sangat prihatin dan tidak menyangka punya tetangga setega itu, hingga jalan ke rumahnya ditutup dengan tembok benteng.
"Awalnya sih, gara-gara saya bawa mobil pikap bermuatan pasir lewat ke tanah itu. Saat saya lagi merombak (renovasi) dapur, tiba-tiba pemilik tanah tersebut marah-marah karena tanahnya diinjak mobil," ujar Muslih saat ditemui beberapa wartawan di rumahnya, Jum'at (2/4/2021).
Padahal, kata Ia, saat itu juga Ia langsung mendekatinya, dan memohon maaf karena sudah memasukan mobil ke lahan tanah miliknya.
"Namun, malah cuek dan tidak direspon," ucapnya.
Tidak lama, tambah Muslih, selang 2 bulan pemilik tanah langsung membenteng batas tanahnya setinggi sekitar 2,5 Meter.
"Akibatnya, akses jalan ke rumah saya tertutup," ucapnya.
Kemudian, kata Muslih, ketika Ia ke rumah pemilik tanah, orangnya seolah-olah tidak mendengar permohonan maafnya.
"Seakan akan menantang. kamu mau lapor kepada siapapun, saya tunggu," ucap Muslih menirunya.
Muslih mengatakan, dirinya juga sudah melapor kepada pihak pemerintah melalui ketua RT dan Kepala Dusun.
"Semua upaya untuk mediasi sudah dilakukan, namun pemilik tanah bersikeras tidak akan memberikan jalan," ucapnya.
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved