Breaking News:

Muslih dan Keluarganya Bingung Akses Keluar Masuk Rumahnya Ditembok Tetangganya Setinggi 2,5 M

Pasalnya, akses jalan keluar masuk rumah Muslih ditutup benteng setinggi 2,5 meter oleh pemilik tanah yang merupakan tetangganya.

Tribunjabar.id/Padna
tangkap layar video, Kasih Sanjaya Kepala Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, saat meninjau lokasi penembokan akses jalan rumah warga. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Sudah 2 Minggu, Muslih (52) pemilik rumah dan keluarganya di Pangandaran kebingungan akses jalan keluar masuk ke rumahnya.

Pasalnya, akses jalan keluar masuk rumah Muslih ditutup benteng setinggi 2,5 meter oleh pemilik tanah yang merupakan tetangganya.

Setelah menggemparkan warga setempat, berbagai upaya mediasi pun dilakukan oleh pemerintahan mulai dari tingkat RT hingga pemerintah Desa.

Seperti diketahui pemilik tanah dan Muslih, keduanya merupakan warga Dusun Pamagangan RT 4/13, Desa Karangbenda, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baca juga: Hengky Kurniawan Calon Bupati Bandung Barat Gantikan Aa Umbara, PDIP : Selamatkan Bandung Barat

Baca juga: Lesti dan Reza Memanas saat Penjurian, Ligea Sumsel Manangis Tak Terima Tersenggol dari LIDA 2021

Ketua RT 4/13 Abuy mengatakan, dirinya selaku orang yang dituakan di lingkungannya sudah melakukan mediasi, karena kejadian tersebut sangat memalukan semua pihak.

Apalagi, Desa Karangbenda khususnya di Dusun Pamagangan rasa persatuan dan kesatuannya masih kental.

Atas kejadian ini, dirinya juga sudah melaporkan ke pihak pemerintah Desa, untuk segera menyikapi permasalahan ini.

 "Saya selaku ketua RT disini, memiliki tanggungjawab besar atas kejadian yang menimpa warganya. Paling alternatif saya, jika pemilik tanah bersikeras dan tetap tidak memberikan akses jalan ke rumah milik bapa Muslih, kita akan mengambil solusi membuka jalan baru," kata Abuy pada beberapa wartawan saat di depan rumahnya, Jum'at (2/4/2021).

Sementara, Kepala Desa Karangbenda Kasih Senjaya mengatakan, mengenai kejadian ini, saya selaku Kades Karangbenda tentunya merasa prihatin.

"Untuk menindak lanjuti persolan ini, insyaallah dalam waktu dekat kita akan mencoba mempasilitasi, memediasi dan mencari solusi yang terbaik. Tapi, jika tidak bisa kembali lagi ke pihak masyarakat," ujarnya.

Kasih mengungkapkan, memang mediasi dan mencari solusi sudah dilakukan oleh pihak RT dan Kepala Dusun Pamagangan, namun belum menemui titik terang. 

"Tentunya, ini menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua. Dan semoga kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari," ucapnya.

Baca juga: Menjelang Pernikahannya dengan Atta, Postingan Aurel Hermansyah di IG Ini Cukup Mengharukan

Baca juga: Bekas Pemain Juventus Ini Peringatkan Orang-orang yang Sering Kritik Cristiano Ronaldo Mencuci Mulut

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved