Breaking News:

Human Interest Story

Mengenal Lebih Dalam Rumah Adat Panjalin, Dibangun dari Sebatang Pohon Ukuran Besar

Masyarakat wilayah timur Kabupaten Majalengka atau yang berbatasan langsung dengan Cirebon tampaknya tidak asing lagi dengan rumah adat Panjalin.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Rumah Adat Panjalin sebagai saksi bisu penyebaran agama Islam di Majalengka yang berada di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Masyarakat wilayah timur Kabupaten Majalengka atau yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon tampaknya tidak asing lagi dengan rumah adat Panjalin.

Ya, rumah yang struktur bangunannya terbuat dari kayu jati itu memiliki historis yang cukup panjang.

Banyak masyarakat yang sengaja datang untuk melihat langsung keunikan yang secara fisik menyerupai rumah panggung tersebut.

Nama 'Panjalin' sendiri diambil dari kata penjalin yang berarti 'Hutan Rotan'.

Baca juga: Kisah Sejarah Rumah Adat Panjalin, Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Majalengka

Konon, ketika pembangunan rumah adat ini hanya menggunakan sebatang pohon raksasa tanpa memotong pohon tersebut.

Dan akar dari pohon ini terletak di bawah rumah adat Panjalin.

"Jadi sebenarnya jika kasat mata mah tiang penyangganya ada 16 biji, tapi sebenarnya ada 17 sebagai induknya yang tidak kelihatan," ujar I Ang Saeful Ikhsan (48) kepada Tribun, Jumat (2/4/2021).

Sebagai rumah zaman dahulu, secara fisik rumah tersebut tentunya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dengan bangunan-bangunan rumah yang ada di sekitarnya.

Rumah yang memiliki luas sekira 8x9 meter itu hanya terbuat dari kayu-kayu berukuran besar dan bambu.

Halaman
123
Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved