Breaking News:

Dukung Jadi Bengkel Pesawat, Ini yang Disiapkan Bandara Kertajati Majalengka

Mewujudkan hal itu, pihak Bandara Kertajati Majalengka telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang.

Istimewa
Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Kabupaten Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Manajemen PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan PT Garuda Maintenance Facillity (GMF) langsung menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar segera mempersiapkan fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah.

Nantinya, baik pesawat dari TNI-Polri dan BNPB bisa melakukan perawatan di Bandara Kertajati.

Sebelumnya, pesawat BNPB memarkirkan pesawatnya di Sabang, Malaysia.

Mewujudkan hal itu, pihak Bandara Kertajati Majalengka telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang.

VP of Corporate Secretary & Public Communication BIJB, Handika Suryo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas lengkap.

Namun, ia tidak merinci fasilitas seperti apa yang dimaksud.

"Fasilitas MRO-nya kita rencanakan fasilitas lengkap yg bisa melayani pesawat-pesawat komersil ataupun pesawat militer," ujar Handika melalui pesan singkat, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Ramalan Zodiak Sabtu 3 April 2021, Capricorn Sibuk Karena Soal Uang, Cancer Tuntaskan Semua Tugas

Baca juga: DPW PKS Jabar Gelar Rakerwil, Siapkan Strategi Peningkatan Perolehan Suara di Pemilu 2024

Baca juga: Korban Kecelakaan Maut Truk Seruduk Madrasah di Garut yang Meninggal Dunia Bertambah Satu Orang

Sementara, disinggung terkait masih sepinya bandara, pihaknya membantah hal tersebut.

Ia mengaku, saat ini penerbangan jenis kargo dari maskapai Garuda sudah dilaksanakan.

Termasuk, fasilitas yang semuanya saat ini dalam kondisi aktif.

"Fasilitas semua masih aktif dan ready karena kan sekarang ada penerbangan kargo ditambah harus ready untuk persiapan haji dan umroh," ucapnya.

Seperti diketahui, Bandara Kertajati ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk digunakan juga sebagai fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat milik pemerintah.

Nantinya, bengkel pesawat akan berdiri di tengah lahan seluas 67 hektare dimana pembangunan tahap I ditargetkan berdiri fasilitas di atas lahan 30 hektare. 

Kerja sama bisnis ke bisnis (b to b) antara PT BIJB dan PT GMF ini tinggal menentukan pendanaan dan investor mengingat BIJB sudah memiliki lahan dan dokumen teknis lalu GMF siap dengan mengelola dengan kemampuan SDM dan sertifikasi yang sudah dimiliki. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved