Breaking News:

Kasus Bom Bunuh Diri Terjadi Depan Gereja Katedral Makassar, Polisi Kuningan Maksimalkan Patroli 

Muncul peristiwa bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral di Makassar belum lama ini, menjadi perhatian petugas keamanan di daerah Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Kontributor Kuningan/Ahmad Ripai
Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya bareng Perwira tinggi gelar jumpa pers ungkap keberhasilan petugas tangkap tersangka kriminal di Kuningan 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Muncul peristiwa bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral di Makassar belum lama ini, menjadi perhatian petugas keamanan di daerah Kuningan dalam meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan di lingkungan masyarakat.

Demikian dikatakan Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya melalui Kabag Ops Polres Kuningan,yakni Kompol Tri Sumarno saat di hubungi ponselnya, Selasa (30/3/2021).

Kompol Tri Sumarsono mengatakan, untuk antispasi dan pencegahan itu melalui pelaksaaan patroli lingkungan dan kepada masyarakat juga untuk melapor terhadap kegiatan asing atau dugaan aliran sesat terjadi di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Bupati Kuningan Acep Purnama Sambut Silaturahmi Manajemen Tribun Jabar dan TribunCirebon.com

Baca juga: KISAH Heni yang Adiknya Jadi Korban Luka Berat Akibat Ledakan Kilang Balongan: 80% Tubuhnya Terbakar

Baca juga: TERNYATA Saat Duel Berdarah di Tasik Berlangsung, Ada Sejumlah Pria Lain Siaga Menenteng Golok

“Untuk peningkatan kewaspadaan itu harus dan tiap gereja juga harus di mendapat penjagaannya juga,” ungkap Kabag Ops Polres Kuningan yang juga mantan Kapolsek Cilimus.

Menyinggung Kuningan sempat menjadi lokasi domisili sarang teroris, kata Tri Sumnarno, ini tentu wilayah Densus dalam melakukan pengawasan terhadap lingkungan eks domisili teroris.

“Soal itu wilayah Densus 88 dan baiknya minta tanggapan Kasat Intel atau Waka Polres,” ujarnya.

Sekadar informasi pengeboman Hotel Ritz-Carlton di Jakarta dalam beberapa waktu lalu ternyata melibatkan nama Ibrahim yang pernah bertempat tingga di Dusun Kliwon, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kawasan rumah tinggal keluarga Ibrahim itu persis berada di jalur alternatif yang menghubungkan Cilimus – Mandirancan.  (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved