Breaking News:

Kesehatan

Glaukoma dapat Sebabkan Kebutaan Permanen, Apa Bedanya dengan Katarak pada Mata? Ini Penjelasannya

Glaukoma merupakan penyakit nomor tiga yang menyebabkan kebutaan di Indonesia setelah katarak.

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
DETEKSI DINI GLAUKOMA. Tenaga medis dari rumah sakit mata Dr Yap melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan dini glaukoma di Puskemas Gondokusuman I, Kota Yogyakarta, Rabu (14/3/2018). Deteksi dini glaukoma yang dilakukan secara gratis kepasa 100 orang warga tersbeut diadakan dalam rangka peringatan pekan glaukoma sedunia sebagai bentuk peringkatan pengetahuan masyarakat akan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan permanen no satu didunia. 

TRIBUNCIREBON.COM - Belum lama ini World Glaucoma Day (WGD) atau Hari Glaukoma Sedunia dideklarasikan pada tanggal 7 Maret 2021.

Hari Glukoma atau World Glaucoma Day (WGD) akan diperingati setiap tanggal 13 Maret.

Glaukoma merupakan penyakit nomor tiga yang menyebabkan kebutaan di Indonesia setelah katarak.

Sedangkan di dunia, glaukoma menduduki peringkat kedua. 

Namun, meski dapat menyebabkan kebutaan, katarak dan glaukoma punya perbedaan yang cukup siginifikan.

Baca juga: Gejala Awal Tubuh Anda Terkena Diabetes, Ada 12 Tanda-tanda Kadar Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Baca juga: Penderita Hipertensi Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19, Bisa Sebabkan Komplikasi hingga Kematian

Hal ini diulas oleh dr Maula Rifada, Sp. M (K) pada siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Katarak merupakan penyakit yang membuat lensa pada mata menjadi keruh.

Serupa pada glaukoma, gejala katarak tidak begitu terasa.

Namun perlahan katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pengidap merasa seperti melihat jendela berkabut.

Akibatnya segala aktifitas pun dapat terganggu. 

DETEKSI DINI GLAUKOMA. Tenaga medis dari rumah sakit mata Dr Yap melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan dini glaukoma di Puskemas Gondokusuman I, Kota Yogyakarta, Rabu (14/3/2018). Deteksi dini glaukoma yang dilakukan secara gratis kepasa 100 orang warga tersbeut diadakan dalam rangka peringatan pekan glaukoma sedunia sebagai bentuk peringkatan pengetahuan masyarakat akan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan permanen no satu didunia.
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
DETEKSI DINI GLAUKOMA. Tenaga medis dari rumah sakit mata Dr Yap melakukan pemeriksaan mata kepada salah satu warga yang mengikuti pemeriksaan dini glaukoma di Puskemas Gondokusuman I, Kota Yogyakarta, Rabu (14/3/2018). Deteksi dini glaukoma yang dilakukan secara gratis kepasa 100 orang warga tersbeut diadakan dalam rangka peringatan pekan glaukoma sedunia sebagai bentuk peringkatan pengetahuan masyarakat akan penyakit yang menjadi penyebab kebutaan permanen no satu didunia. TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI (TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI)
Halaman
123
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved