Breaking News:

Dinas Ketenagakerjaan dan KUKM Majalengka Dorong Santri Milenial Berjiwa Entrepreneur

Enam karakter tersebut, lanjutnya, akan lebih menguat apabila ditunjang dengan tersedianya fasilitas Balai Latihan Keterampilan (BLK) di pondok pesant

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan KUKM Kabupaten Majalengka, Sadili. 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan KUKM Kabupaten Majalengka, Sadili mengungkapkan akan mendorong santri di kota angin ini agar berjiwa entrepreneur.
Ia menyebutkan, sikap kemandirian yang dimiliki santri salah satunya adalah karakteristik mengarah pada jiwa entrepreneur.
Terlebih, kelompok milenial produktif sangat berperan penting terhadap pertumbuhan dan kelahiran terhadap berbagai segi kehidupan saat ini.
"Selama tidak berbenturan pada nilai agama dan tradisi, tentunya dibutuhkan keselarasan zaman untuk memanfaatkan peluang yang harus dijalankan," ujar Sadili, Selasa (30/3/2021).
Secara umum, kata dia, ciri entrepreneur  yakni fokus dalam jangka panjang ditunjang dengan banyak memiliki ide.
Memiliki ketekunan tingkat tinggi dan berani mengambil risiko.
Kemudian tidak gentar dengan kegagalan, selalu mau berusaha terus karena memiliki keyakinan berhasil.
"Berdasarkan kutipan hasil sebuah penelitian ada enam karakter menonjol yang dimiliki santri, yakni kebersyukuran, keadilan, kebaikan hati, memegang erat kekeluargaan, kejujuran atau integritas dan selalu memiliki harapan yang optimis," ucapnya.
Enam karakter tersebut, lanjutnya, akan lebih menguat apabila ditunjang dengan tersedianya fasilitas Balai Latihan Keterampilan (BLK) di pondok pesantren.
"Jika karakter dasar yang dimiliki santri tersebut ditempa dengan pelatihan-pelatihan keterampilan maka dipastikan akan terbentuk menjadi cikal bakal sebagai pelaku usaha kecil," jelas dia.

Peternakan Lele

Seorang santri selain harus menjadi pionir di bidang keagamaan juga harus mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship.

Hal tersebut yang selalu ditekankan KH Munaji kepada para santrinya yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Darul Maarif.

Di sebuah Pondok Pesantren yang berlokasi di Desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu ini pihak Pondok Pesantren mengembangkan sebuah produksi peternakan ikan lele.

Jokowi Perintahkan KPK dan Aparat Penegak Hukum Tak Ganggu Iklim Investasi, Ancam Gigit Para Mafia

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Maarif, KH Munaji mengatakan, program tersebut sudah berlangsung sejak dua tahun yang lalu pada tahun 2017.

"Pengelolaan ikan lele ini merupakan hasil bantuan kolam bioflok lele dari pihak Kementerian, Kelautan dan Perikanan (KKP) RI," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, beberapa waktu lalu.

Dirinya menjelaskan, program tersebut sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni One Pesantren One Produk (OPOP).

Persib Bandung Incar Tiga Poin di Kandang Kalteng Putra Besok, Tonton Via Live Streaming di Sini

Tujuannya, selain menjadikan Pondok Pesantren sebagai tempat menimba ilmu agama, juga mengharuskan Pondok Pesantren mandiri secara ekonomi dengan memiliki sebuah produk unggulan.

Dirinya menilai, adanya program tersebut para santri diharapkan bisa menjadi insan muslim yang berahlakulkarimah, berintelektual, dan dapat hidup mandiri dengan cara berwirausaha.

"Alhamdulillah, semua ini murni hasil usaha produksi para santri melalui bimbingan para ustadz Ponpes Darul Ma'arif Legok setelah mengikuti pelatihan pengolahan ikan lele di balai latihan kerja (BLK) Tegal, Jawa Tengah," ujar dia.

Vanessa Angel Nangis Saat Diberi Cek Rp 80 Juta Oleh Eko Patrio, Merasa Aibnya Diumbar Demi Rating

Sekarang ini, produksi hasil wirausaha para santri sudah menjamah ke pasar-pasar baik dalam lingkup lokal maupun luar Indramayu.

Dirinya berharap, usaha yang dilakukan para santri itu bisa mereka terapkan pula dikemudian hari setelah mereka lulus dari pesantren.

PRIA Ini Bunuh Seorang Bayi Secara Brutal, Tenaga Paramedis Sampai Pingsan Lihat Kondisi Korban

"Adanya kewirausahaan ini diharapkan juga akan menjadi Ponpes mandiri yang dapat menghidupkan para santrinya baik di lingkungan Ponpes maupun sebagai bekal para santri di masa yang akan datang," ucap dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved