Breaking News:

Jalan Ambles Sebabkan Warga Desa Kertayuga Kuningan Terisolir, Mobil Tak Bisa Lalui Akses Jalan

Amblesnya jalan ini langsung berdampak pada kegiatan warga desa tetangga yakni, Desa Kertayuga.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Jalan ambles di Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat membuat akses warga Desa Kertayuga lumpuh. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jalan ambles terjadi di wilayah Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Amblesnya jalan ini langsung berdampak pada kegiatan warga desa tetangga yakni, Desa Kertayuga.

Menurut Kepala Desa Kertayuga Sri Nurhaeni jalan itu merupakan akses satu-satunya menuju desa setempat. 

"Iya ini jalan kabupaten, dengan adanya jalan ambles otomatis semua kegiatan mengalami berdampak. Seperti warga yang akan kerja di luar desa atau kalangan ibu-ibu yang mau ke pasar," ungkap Kades Sri saat ditemui di kantornya, Senin (29/3/2021).

Jalan ambles di Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat membuat akses warga Desa Kertayuga lumpuh.
Jalan ambles di Desa Windusari, Kecamatan Nusaherang, Kuningan, Jawa Barat membuat akses warga Desa Kertayuga lumpuh. (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Sri mengungkapkan kejadian longsor yang mengakibat jalan amables itu belum sepekan terjadi.

"Dari kejadian longsoran yang membuat jalan ambles itu pada hari Jum'at (26/3/2021).  Matrial tanah pas breg (ambles) itu sekitar malam dan Alhamdulillah tidak ada korban," ungkap Sri lagi.

Sri mengatakan kondisi jalan ambles sebelumnya sudah ada tanda-tanda (ambles) sejak tahun 2019.

"Tanda tanda jalan ambles itu muncul sejak 2019 dan waktu itu ada irigasi kena longsor. Nah, pada tahun sekarang ada jalan ambles yang berbarengan dalam pengerjaan irigasi di kawasan tersebut," ungkapnya.

Mengenai unit kendaraan roda empat yang terjebak, kata Sri, untuk pemilik sekaligus warga setempat hanya melakukan pemanasan pada mesin mobil tersebut.

"Ya paling dipanasan saja, terus ada yang juga jalan jalan di sekitar jalan desa saja. Sesekali ke wisata Situ Wulungkut seperti itulah," ungkap Sri.

Ia menambahkan bahwa jumlah kepala keluarga di desanya sebanyak 334 KK dan jumlah sekitar 927 jiwa. (*)

Baca juga: Dua Ledakan Sangat Keras Waktu Dini Hari Membuat Warga Balongan Indramayu Terbangun dan Panik

Baca juga: Kapolda Jabar Ungkap Penyebab Kebakaran Pertamina RU VI Balongan Indramayu Diduga Karena Hal Ini

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved