Breaking News:

Ratusan Rumah dan Puluhan Warung di Cimenyan Bandung Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Ratusan rumah dan puluhan warung atau cafe yang berderet, di Cimenyan, Kabupaten Bandung, rusak akibat diterjang angin puting beliung,

Tribun Jabar
Ratusan rumah dan puluhan warung atau kafe yang berderet, di Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, rusak akibat diterjang angin puting beliung, Minggu (28/3/2021) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Ratusan rumah dan puluhan warung atau kafe yang berderet, di Desa Mekar Saluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, rusak akibat diterjang angin puting beliung, Minggu (28/3/2021) sore.

Selain rumah dan warung, angin puting beliung tersebut juga merobohkan tiang listrik dan pohon. Sehingga listrik di daerah tersebut dipadamkan.

Masyarakat dan para pemilik cafe atau warung, malam ini terlihat membereskan dan mengamankan barang- barang berharganya. Untuk penerangan mereka menggunakan senter dan lampu motor. 

Baca juga: Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Memakan Korban Luka, Ini Daftar Nama Korban

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Pria dan Wanita, Kondisi Jenazah Mengenaskan

Menurut Kepala Desa Mekar Saluyu,  Ayi Miharja, angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 15.30.

"Tadi angin datang kencang banget, hingga mengakibatkan rumah, warung, cafe rusak, pohon dan tiang listrik tumbang jadi listrik mati. Jalan sempat lumpuh total terhalang (reruntuhan)," kata Ayi.

Ayi mengungkapkan, dari informasi awal atas kejadian tersebut tak ada korban jiwa.

"Paling luka, kini masih ada yang di rumah sakit," kata Ayi.

Ayi menjelaskan saat, kejadian hujan turun dan angin kencang.

Baca juga: Doa Nisfu Syaban Amalkan di Malam Nisfu Syaban, Memohon Ampunan Sebelum Menyambut Ramadhan

"Lamanya (kejadian puting beliung)  sekitar setengah jam. Awalnya angin dari sebelah timur, barat, dan utara yang terdampak daerah pasir Pogor, Seke Reunde," ucapnya.

Ayi mengaku, hingga kini belum mengetahui berapa rumah, warung, cafe yang terdampak angin puting beliung.

"Masih dicek, kami menugaskan RT RW nya untuk mendata. Mungkin yang terdampak rumah mencapai ratusan, warung atau cafe puluhan," katanya.

Sebab menurutnya, proses pendataan sekarang terkendala dengan listrik yang padam dan untuk wilayah atas masih ada jalan yang tertutup.

"Ada pohon tumbang di sana," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved