Breaking News:

Siap-siap, Mahasiswa Akan Divaksin Juni 2021, Masuk Kategori Masyarakat Rentan Terpapar Covid-19

Mahasiswa di Jawa Barat akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 mulai bulan Juni 2021.

Istimewa
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China. 

TRIBUNCIREBON.COM- Mahasiswa di Jawa Barat akan mendapatkan vaksinasi Covid-19 mulai Juni 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat, Marion Siagian, mengatakan, mahasiswa termasuk dalam kategori masyarakat yang rentan terpapar Covid-19.

"Para mahasiswa itu posisinya di tahap tiga dan empat, di masyarakat yang rentan dan biasa. Tapi ini juga sangat berhubungan dengan ketersediaan vaksin yang ada. Kita sangat bergantung pada vaksin yang ada," ujarnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Senin (22/3).

Baca juga: Persiapan KBM Tatap Muka, Ribuan Guru di Majalengka Bakal Divaksin Besok

Baca juga: Beredar Hoaks Vaksinasi Massal Bagi Masyarakat di Gedung Sate dan Gedung Pakuan, Ini Kata Pemprov

Produksi vaksin Covid-19 sendiri, ujar Marion, di Indonesia terus dipercepat untuk dapat memenuhi kebutuhan pada bulan April dan Mei.

"Dengan situasi ini, mudah-mudahan kalau saya memperhitungkan, itu bulan Juni dan Juli, mahasiswa akan mulai menerima vaksin. Karena, saat ini fokus masih dengan tenaga pendidik, TNI, Polri, media, dan petugas pelayan publik lainnya yang memiliki interaksi langsung dengan masyarakat sehingga cukup rentan," ujar Marion.

Hingga Minggu (21/3) malam, capaian penyelenggaraan vaksinasi di Jabar telah menyasar 59.608 lansia dari total 4,5 juta yang ditargetkan.

Vaksinasi juga sudah menyasar 299.505 petugas layanan publik dari total 2,1 juta yang jadi sasaran.

"Ini juga kita harus cepat, ketika diselesaikan vaksinnya sudah habis, kita bisa minta ke pusat. Jadi pusat akan memberikan vaksin kalau kita bisa cepat menghabiskannya. Minggu ini akan mendapatkan kiriman (vaksin)," katanya.

Akan mulai divaksinnya mahasiswa pada Juni nanti menjadi kabar gembira menyusul diizinkannya kembali kegiatan belajar-mengajar tatap muka yang dilakukan secara terbatas di perguruan tinggi.

Dalam konferensi pers daring, Jumat (19/3) lalu, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Airlangga Hartarto, mengatakan kegiatan belajar-mengajar tatap muka di perguruan tinggi dilakukan secara bertahap dan dengan menerapkan protokol kesehatan. "

Halaman
123
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved