Breaking News:

Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Jadi 28 Hari Setelah Dosis Pertama, Begini Kata Ridwan Kamil

Kementerian Kesehatan RI memutuskan penambahan interval atau jeda waktu penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama dengan dosis kedua menjadi 28 hari.

Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kementerian Kesehatan RI memutuskan penambahan interval atau jeda waktu penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama dengan dosis kedua menjadi 28 hari untuk orang dewasa maupun lansia.

Padahal sebelumnya, jarak antara kedua penyuntikan tersebut berjarak 14 hari.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan masyarakat tidak perlu bingung atau khawatir dengan keputusan tersebut.

Masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama, katanya, tinggal menjalani arahan sesuai SMS atau kanal lain yang diterima.

Baca juga: Siap-siap, Mahasiswa Divaksin Juni Ini, Masuk Kategori Masyarakat Rentan Tertular Covid-19

Baca juga: E-Tilang Mulai Berlaku di Kota Bandung, Ini 21 Titik Tempat Terpasangnnya Kamera Pengawas

Baca juga: USAI Teh Ninih Posting Soal Kehilangan, Aa Gym Unggah Tentang Hidup Bahagia, Apa Ini Balasan?

"Ikuti saja sesuai panggilan. Itu pasti keputusan medis. Karena jenis vaksin kan beda-beda, tumbuhnya antibodi juga beda-beda. Ada yang tumbuh 14 hari, ada yang tumbuhnya 28 hari, juga ada," kata Gubernur Jawa Barat tersebut di Bandung, Selasa (23/3).

Revisi keputusan interval atau jarak waktu antara penyuntikan pertama dan kedua tersebut, katanya, jangan sampai membuat bingung masyarakat. Karenanya, masyarakat cukup mengikuti instruksi yang sudah ada.

"Jadi revisi-revisi itu, warga jangan bingung. Pokoknya keputusan perubahan itu sudah dipikirkan," katanya.

Sejumlah perubahan keputusan ini diperkirakan disebabkan pengkajian yang terus berkembang.

Contohnya kata Ridwan Kamil, WHO kini mewacanakan supaya warga yang sudah divaksinasi untuk kembali mendapat suntikan vaksin kembali setahun kemudian.

Halaman
123
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved