Breaking News:

SMKN 1 Kadipaten Lockdown

Dinkes Minta Dua Guru di SMKN 1 Kadipaten Majalengka yang Reaktif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Meski, jelas dia, saat ini reaktif hasil rapid tes antigen belum tentu terpapar virus Corona.

Istimewa
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dinas Kesehatan Majalengka meminta dua guru yang dinyatakan reaktif usai rapid tes antigen untuk isolasi mandiri.

Sekretaris Dinas Kesehatan Majalengka, Agus Susanto mengatakan, hal itu sangat penting mengingat sebagai upaya pencegahan virus yang kini masih menghantui masyarakat.

Meski, jelas dia, saat ini reaktif hasil rapid tes antigen belum tentu terpapar virus Corona.

"Ya pastinya harus isolasi mandiri, sambil menunggu pelaksanaan PCR dan hasilnya nanti," ujar Agus saat ditemui di Gedung Sindangkasih Majalengka dalam pelaksanaan vaksinasi ke para guru, Selasa (23/3/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya juga akan mulai menelusuri siapa saja yang sudah berinteraksi dengan dua guru bersangkutan tersebut.

Jika sudah, pelaksanaan swab akan segera dilakukan.

"Alhamdulilah, pihak sekolah sangat kooperatif, bahwa mulai hari ini pelaksanaan lockdown sudah dilakukan. Ini bagus," ucapnya.

Agus juga menyebutkan, kasus meninggalnya Kepala Sekolah di sekolah tersebut berawal dari adanya penyakit bawaan.

Dan ia menegaskan, tidak ada hubungannya antara kasus meninggalnya Kepala Sekolah yang positif Covid-19 dengan dua guru reaktif.

"Informasi yang diterima tidak ada hubungannya. Karena sudah lama Kepala Sekolah tidak ke sekolah lagi. Semoga saja semuanya makin membaik," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved