Breaking News:

150 Bibit Pohon Ditanam di Lokasi Bekas Longsor, Baznas Majalengka Peduli Lingkungan Lewat BTB 

Baznas Majalengka menanam 150 bibit pohon di Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Sabtu (20/3/2021).

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Baznas Majalengka menanam 150 bibit pohon di Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Sabtu (20/3/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Baznas Majalengka menanam 150 bibit pohon di Desa Sadawangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Sabtu (20/3/2021).

Hal itu sebagai kepedulian Baznas terhadap lingkungan yang mana di kawasan tersebut pernah terjadi longsor pada 2018 lalu.

Ketua Baznas Majalengka, Agus Yadi Ismail mengatakan penanaman beragam pohon itu merupakan program Baznas Tanggap Bencana (BTB) Jabar yang bekerjasama dengan BTB Majalengka.

Baca juga: HEBOH Disembunyikan Makhluk Halus, Saat Hilang di Leuweung Surupan, Yunus Merasa Ada di Rumah Mewah 

Baca juga: Gempa 7,2 Magnitudo Guncang Jepang Disertai Gelombang Tsunami di Miyagi, Gempa Susulan 5 Kali

Adapun, ratusan bibit pohon tersebut, di antaranya pohon nangka, kelapa, rambutan, jambu air, sirsak, jambu batu kristal, dan jengkol.

"Program penanaman ini bernama TALENTA (Tanam Pohon, Lestarikan Alam dan Cintai Alam), dengan melibatkan personel dari BTB Baznas Majalengka sebanyak 9 dan dipandu langsung dengan BTB Baznas Jabar sebanyak 4 orang dengan melibatkan seluruh instansi terkait di Kecamatan lemahsugih," ujar Agus melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (20/3/2021).

Menurutnya, target penanaman ini menyasar setidaknya 3 tempat, yakni di Blok Kapak Kuda, TPU Pasir Geo dan Bumi Perkemahan Dayeuh Luhur.

Tujuan penanaman pohon sendiri, lanjut Agus, sebagai upaya menjaga ekosistem alam dan sebagai upaya penghijauan.

Serta, pemanfaatan lingkungan alam untuk kepentingan masyarakat sekitar.

"Fungsi dari pohon berbuah ini, selain untuk mengikat tanah, juga hasil buahnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar," ucapnya.

Masih dijelaskan Agus, ratusan bibit pohon buah ini berasal dari para donatur bibit yang rela mengikhlaskan hartanya untuk kebaikan. 

"Berbuat baik itu tidak serta merta harus terkait zakat, estuning bibit kenging usaha ti para donatur bibit yang selalu peduli dengan lingkungan dan ekosistem, sehingga tercipta simbiosis mutualisme, ke depan alam dan manusia satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan oleh apa pun," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved