Breaking News:

Petambak Garam di Indramayu Terpaksa Jual Garam dengan Harga Paling Rendah, Takut Enggak Laku

Harga garam yang tidak stabil menjadi ketakutan para petambak di Kabupaten Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Siti Masithoh
Seorang petani garam, Raji (52), menggunakan teknologi geomembran dalam proses pembuatan garam di Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Minggu (21/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Harga garam yang tidak stabil menjadi ketakutan para petambak di Kabupaten Indramayu.

//

Di tingkatan petambak, diketahui garam garam cenderung lebih sering anjlok ketimbang naik.

Sekarang ini, harga garam berada di kisaran Rp 500 per kilogram, pada Januari dan Februari 2021, harga garam bahkan lebih anjlok lagi, berada dikisaran Rp 250 per kilogram.

Sedangkan di Desember 2020, harga garam berada di kisaran Rp 450 per kilogram.

Salah seorang petambak garam, Carim (43) mengatakan, meski berada di kisaran harga Rp 500 kilogram, akan tetapi tetap dibawah harga standar yang diinginkan petambak.

Petambak ingin harga garam berada dikisaran Rp 700-800 per kilogramnya sehingga biaya produksi bisa tertutupi.

Dalam hal ini, Carim lebih memilih menjual garam hasil produksinya walau harus merugi ke timbang menyimpannya di gudang.

"Soalnya harga garam tidak bisa diprediksi. Bisa naik dan bisa turun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di lahan petambak garam di Desa/Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/3/2021).

Carim mengatakan, dirinya trauma dengan harga yang terus anjlok, contohnya pada dua bulan lalu, yakni Rp 250 per kilogram.

Lanjut dia, belum lagi soal kebijakan pemerintah yang baru saja memutuskan akan membuka keran impor garam pada tahun ini.

Carim khawatir, jika harga garam akan semakin anjlok lagi dengan adanya kebijakan tersebut.

"Jelas impor ini merugikan saya. Biasanya bulan Maret ini hasil produksi garam saya simpan di gudang dan bulan depan biasanya ada yang berani Rp 550 per kilogram," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved