Breaking News:

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kuningan Soroti Keretakan Hubungan Bupati dan Wakil Bupati, Begini Katanya

Saat ditemui wartawan Dede Sembada berharap agar isu keretakan dua pucuk pimpinan Kabupaten Kuningan tidak berlarut-larut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kuningan Dede Sembada 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Keretakan hubungan di eksekutif antara Bupati Kuningan Acep Purnama dengan Wakil Bupati Kuningan, HM Ridho Suganda disoroti Ketua Fraksi PDIP DPRD Kuningan, Dede Sembada.

Saat ditemui wartawan Dede Sembada berharap agar isu keretakan dua pucuk pimpinan Kabupaten Kuningan tidak berlarut-larut.

"Permasalahan sebenarnya hanya diskomunikasi saja. Semuanya akan selesai tatkala Bupati dan Wabup bisa bertemu, istilahnya ngopi bareng ditemani Pak Sekda," kata Desem kepada wartawan, Rabu (17/3/2021).

Menurutnya dasar kewenangan pejabat diatur dalam UU nomor 30 tahun 2014, tentang Administrasi Pemerintahan.

Baca juga: Fakta-fakta Memanasnya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Balikin Mobil Dinas, Ada Apa Ya?

Baca juga: Hubungan Bupati Kuningan dengan Wabup Tak Harmonis, Ini Penjelasan Wabup Ridho Suganda

"Kemudian, ada tiga macam kewenangan yang dimiliki Wakil Bupati, yakni Atributif, Delegatif, dan Mandat Tugas Bupati dan Wabup juga diatur oleh Pasal 65 UU Nomor 9 Tahun 2015 perubahan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah," katanya.

Selain itu, dalam Pasal 66 undang-undang tersebut, Wabup sebagai kewenangan yang atributif.

Contohnya adalah mengkoordinasikan tindak lanjut hasil dari pemeriksaan LHP-BPK, monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan di seluruh SKPD hingga ke desa dalam rangka mengamankan kebijakan bupati.

"Terus kewenangan delegatif, yakni yang didelegasikan menurut aturan perundang-undangan," ujarnya.

Jika Wabup faham pada tupoksi dan kewenangan-kewenangan tersebut, maka tidak akan ada perasaan bahwa dia tidak difungsikan dan tidak diperlukan oleh Bupati.

"Terlepas dari sisi regulasi tersebut, dari sisi politik, PDIP Kuningan memandang bahwa keretakan Bupati-Wakil Bupati Kuningan tidak akan berlangsung lama. Karena, keduanya berangkat dari partai yang sama saat dipilih sebagai kepala daerah," ungkapnya.(*)

Baca juga: Suami Bunuh Istri Lalu Menidurinya di Kamar Kontrakan, Pelaku Rekayasa Seolah-olah Istri Bunuh Diri

Baca juga: Mahasiswi Ajak Pacar Prianya Mesum dalam Mobil, Kepergok Warga dalam Keadaan Tanpa Busana

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved