Breaking News:

Ratusan Makam Pasien Covid-19 Dibongkar, Harusnya Tidak Boleh, Tunggu Dulu 2 Tahun, Ini Alasannya

Ratusan makam pasien Covid-19 dibongkar padahal tidak boleh meski hasil tes PCR negatif karena harus tunggu 2 tahun baru bisa dipindahkan

ISTIMEWA
Pasien Covid-19 di Majalengka yang meninggal dunia dimakamkan petugas yang mengenakan APD lengkap. 

TRIBUNCIREBON.COM - Ratusan liang lahat di pemakaman khusus Covid 19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung, dibongkar kembali atas permintaan keluarga.

Pembongkaran dilakukan setelah hasil PCR jasad jasad yang telanjut dimakamkan di sana negatif Covid-19.

Sesuai aturan, semua pasien dengan gejala Covid akan dimakamkan dengan prosedur Covid selama hasil tes yang memastikan sebaliknya belum keluar.

Baca juga: Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa Pakai Mobil Bak Terbuka, Keluarga Bawa Paksa, Tolak Pemakaman Prokes

Ini pula yang terjadi di tempat pemakaman khusus Covid-19 yang ada di TPU Cikadut.

Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, mengatakan, hingga Minggu (14/3) tercatat sudah 999 orang yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di TPU Cikadut.

Dari jumlah tersebut, hanya 258 orang yang kemudian dipastikan terpapar Covid-19. Sisanya, berdasarkan hasil swab PCR yang keluar setelah jasad dimakamkan, hasilnya negatif.

Itu sebabnya, kemudian banyak warga yang ingin makam keluarganya dibongkar dan dipindahkan.

Baca juga: UPDATE Banjir Sukabumi di Wilayah Gunungpuyuh Tadi Malam, Pagi Ini Mulai Surut

"Hingga Minggu, 14 Maret, sudah 153 makam yang dibongkar," ujar Bambang kepada Tribun Jabar saat dihubungi melakui telepon, semalam.

Namun, Bambang mengatakan, ada prosedur yang harus ditempuh warga jika ingin memindahkan makam keluarganya dari TPU khusus Covid di Cikadut.

"Pertama, harus ada surat keterangan dari rumah sakit yang menyatakan bahwa almarhum negatif Covid-19. Kedua, harus ada surat penerimaan dari pengelola pemakaman baru yang dituju. Ketiga, pembongkaran, pengangkutan, dan pemakaman kembali, harus memakai standar Covid," kata Bambang.

Baca juga: Tengah Malam Tadi Sukabumi Dihantam Banjir usai Diguyur Hujan Deras, Pondok Pesantren Tak Luput

Sesuai peraturan daerah, ujar Bambang, biaya pembongkaran makam hanya Rp 75 ribu.

"Namun, pemulasaraan kembali mayat, pengangkutan, dan pemakaman kembali, sepenuhnya menjadi tanggung jawab ahli waris," ujarnya.

Namun, agar pembongkaran makam dan pemindahan jenazah tidak berisiko, Bambang menyarankan kepada ahli waris untuk melakukannya setelah dua tahun.

Baca juga: Anton Medan Meninggal Dunia Karena Stroke dan Diabetes, Dimakamkan Hari Ini

"Hal ini agar dari aspek kesehatan dan keamanan terjamin, termasuk bagi petugas yang membongkar, mengangkut, dan memakamkan kembali jenazah," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, saat makam yang masih baru dibongkar, kondisi jenazah masih dalam proses pembusukan.

"Jadi cukup rentan dan berisiko," ujarnya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved