Breaking News:

Gara-gara Guru Lagi Batuk Pilek Maksa ke Sekolah, Akhirnya Satu Sekolah Jadi Klaster Covid-19

Meski tak melakukan pelajaran tatap muka, guru tetap ke sekolah. Sedangkan di lingkungan pendidikan tersebut, ada siswa yang masih tinggal di asrama

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNCIREBON.COM,  TASIKMALAYA - Bermula saat seorang guru tetap memaksa masuk ke sekolah meski mengalami gejala batuk, pilek, dan demam, akhirnya terbongkar satu klaster di sebuah sekolah di Kecamatan Tamansari, Tasikmalaya.

Sebanyak 20 orang di lingkungan pendidikan tersebut dinyatakan positif Covid-19. Mereka adalah kepala sekolah, guru, pegawai Tata Usaha (TU), dan dua orang siswa. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tasikmalaya Asep Hendra menuturkan, sekolah yang menjadi klaster ini adalah sekolah kejuruan.

Meski tak melakukan pelajaran tatap muka, guru tetap ke sekolah. Sedangkan di lingkungan pendidikan tersebut, ada siswa yang masih tinggal di asrama sekolah.

Meski melakukan pelajaran daring, ada beberapa tugas praktikum bidang kejuruan yang diserahkan ke sekolah.

Asep menuturkan, klaster itu bermula ketika ada guru yang mengalami batuk, pilek, dan demam. Tetapi, guru tersebut tetap memaksakan ke sekolah.

Baca juga: Bacaan Doa-doa Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadan 1442 H Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW

Baca juga: Manajemen Persib Bandung: Robert Alberts Memang Inginkan Ezra Walian Perkuat Barisan Depan Persib

Baca juga: SINOPSIS Sinetron Ikatan Cinta 15 Maret 2021, Andin Curiga soal Anting, Kebusukan Elsa Terbongkar

Ternyata guru yang mengalami batuk pilek itu positif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab. Tracing terhadap orang-orang yang berkontak erat dilakukan.

Hasilnya, 20 orang di lingkungan sekolah itu ternyata juga positif Covid-19.

"Orang yang terpapar terus menyebar ke guru lainnya, pegawai TU sampai kepala sekolah di sana. Satu sekolah itu terpapar 20 orang hasil tes swab," kata Asep. 

 Dalam klaster sekolah ini, ada dua siswa yang ikut terpapar. Asep menjelaskan, siswa yang terpapar kemungkinan berkontak erat dengan guru-guru di sekolah untuk menyerahkan tugas praktikum.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved