Breaking News:

Politik

Moeldoko Dianggap Mempersulit Jokowi Usai Kudeta AHY di Demokrat dan Menyeret Istana

Sementara sebelumnya Moeldoko telah mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono dan membuat gaduh karena menyeret istana.

Editor: Mumu Mujahidin
Biro Pers Setpres/Krishadiyanti
Presiden Joko Widodo: Moeldoko Dianggap Mempersulit Jokowi Usai Kudeta AHY di Demokrat dan Menyeret Istana 

TRIBUNCIREBON.COM - Setelah menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa ( KLB) Moeldoko dianggap menyulitkan Presiden Jokowi.

Hal ini lantaran Kepala Staf Kepresidenan (KSP),  Moeldoko, masih menjadi bagian dari pemerintahan.

Sementara sebelumnya Moeldoko telah mengkudeta Agus Harimurti Yudhoyono dan membuat gaduh karena menyeret istana.

Hal ini disampaikan pengamat politik President University,  Muhammad AS Hikam, dalam acara  Mata Najwa yang videonya diunggah di YouTube Najwa Shihab pada Kamis (11/3/2021).

Anggapan Hikam ini disampaikan saat awalnya ia ditanya soal sikap Jokowi yang terkesan diam atas terlibatnya Moeldoko dalam kudeta Partai Demokrat.

Hikam mengatakan, sikap diam Jokowi bisa diartikan berbagai hal.

Baca juga: Anak Buah Jokowi, Moeldoko Didesak Mundur dari KSP Terkait Kudeta Demokrat, Ini Kata Agus Abdullah

Baca juga: Jokowi Bereaksi Saat Tahu Anak Buahnya Moeldoko Terlibat Kudeta di Demokrat, Begini Kata Mahfud MD

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Kalau saya melihat ada beberapa cara menginterpretasi ya diamnya Pak  Jokowi ini."

"Diam karena memang tidak ingin disebut sebagai intervensi atau diam karena memang internal di dalam Istana juga terjadi pergesekan."

"Atau yang ketiga, diam karena memang tidak tahu, bagaimana yang harus dilakukan di dalam soal ini," beber Hikam.

Ia menambahkan, posisi  Moeldoko yang saat ini merupakan bagian dari pemerintahan, membuat  Jokowi sulit untuk tidak menciptakan reaksi publik bahwa dirinya tak tahu-menahu.

"Bagaimanapun yang namanya KSP  Moeldoko itu adalah bagian dari Istana, bagian dari pemerintahan."

"Jadi susah sekali untuk tidak menciptakan satu reaksi publik yang nomor tiga tadi itu, seolah-olah Pak  Jokowi tidak berdaya atau tidak tahu bagaimana harus menyikapi ini," terangnya.

Saat ditanya Najwa Shihab soal desakan sejumlah pihak yang meminta  Moeldoko mundur dari jabatannya sebagai KSP, Hikam tak menjelaskan secara gamblang.

Namun, Hikam menilai posisi  Moeldoko saat ini mempersulit  Jokowi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved