Breaking News:

Epidemiolog: Jangan Paksakan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli, Guru Divaksin Bukan Jaminan Bebas Corona

kerentanan peningkatan masih berpeluang terjadi, bila kepatuhan disiplin masyarakat menurun dan mobilitas aktivitas yang tidak terkendali.

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Ilustrasi belajar tatap muka di Kota Sukabumi. 

"Jadi bila kebijakan ini (pembelajaran tatap muka) tetap dipaksakan, bukan tidak mungkin akan ada potensi terjadinya klaster penularan, sebab tidak ada jaminan bahwa setiap wilayah akan dapat konsisten tatap dinyatakan sebagai zona hijau atau tingkat RT nol kasus aktif," katanya.

Sebelumnya, Kepala Disdik Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, bahwa pembelajaran secara tatap muka di Jabar akan kembali digelar pada Juli 2021 mendatang. Salah satu persiapan yang dilakukan yakni vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sistem informasi Disdik, saat ini terdapat 2.800 sekolah di Jabar yang telah mengajukan izin untuk dapat menggelar pembelajaran secara tatap muka. Namun, dari hasil verifikasi tim pemantau, hanya 627 sekolah yang benar-benar siap.

"Bukan tidak siap (semua) tapi karena keterbatasan ketersediaan vaksin, maka belum semua telah divaksinasi. Kami pun telah mengajukan 66.385 dosis vaksin bagi guru dan tenaga kependidikan, baik ASN maupun non-ASN, termasuk warga sekolah lainnya, agar vaksinasi dapat dilakukan  sebelum tahun ajaran baru 2021 yang akan dimulai pada Juli mendatang. Sehingga kami berharap vaksinasi dapat dilakukan pada minggu ketiga bulan Maret dan ditargetkan rampung di bulan Juni," ujarnya dalam talkshow Teras Radjiman, Rabu (10/3/2021).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Aryanto, menurutnya dari 252 SMP sederajat serta 400 SD dan PAUD di Kota Bandung telah mengajukan izin untuk dapat menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka. Dari hasil verifikasi pemeriksaan kesiapan tersebut, hampir sebagian besar telah memenuhi syarat kesiapan.

"Syarat kesiapan KBM tatap muka yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah, meliputi ketersediaan fasilitas dan sarana kampanye protokol kesehatan, serta kesiapan guru dan tenaga kependidikan untuk dapat melaksanakan itu, termasuk, sudah dilakukannya vaksinasi. Sejauh ini, masing-masing sekolah sudah mendata guru mana saja yang sudah siap dan belum siap, termasuk kesiapan izin dari para orangtua untuk dapat digelarnya belajar tatap muka," katanya di Balaikota Bandung, Selasa (9/3/2021). (Cipta Permana).

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved